|
Wabah Enterovirus terjadi di Cina sejak April 2008. Hingga 10 Mei, menurut China Daily, 34 orang telah meninggal dunia, dan sekitar 27.500 orang telah terinfeksi enterovirus EV-71 (korban terbanyak berasal dari propinsi Anhui, Cina Tenggara). Situasi
ini menyebabkan pemerintah Cina mengambil langkah ekstra ketat untuk
melokalisir penyebaran penyakit ini. Bayangkan apa yang akan terjadi
kalau outbreak ini gagal diatasi. Selain membuat penyakit ini marak ke
negara sekitar, olimpiade Beijing yang akan berlangsung Agustus 2008
diperkirakan akan kurang semaraknya, dikarenakan para turis dan atlit takut datang ke Cina.
Sebenarnya penyakit karena EV-71 ini bukan penyakit baru. EV-71 ini pernah
menyerang seorang anak dan berhasil diisolasi/ dipelajari karakternya
di California pada tahun 1969. Epidemi penyakit ini sudah melanda
Malaysia, Singapura dan Jepang tahun 1997, dan di Taiwan tahun 1998.
Penyakit yang dulu sering disebut sebagai “Flu Singapura” ini dikenal
sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut (KTM)
Penyakit ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan
oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae, Genus
Enterovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.
Penyakit
yang disebabkan EV-71 memang banyak menyerang bayi dan anak-anak (usia di bawah 6
tahun), mengingat sistem pertahanan tubuh mereka belum sesempurna dan
sekuat orang dewasa.
Gejala
serangan enterovirus EV-71 sangat mirip gejala flu biasa seperti demam
(tidak tinggi-tinggi amat – sekitar 38,3 derajat Celcius) yang kadang
disertai pusing dan lemas serta nyeri tenggorokan. Selanjutnya akan
muncul bercak merah bergelembung berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki dan mulut. Anak akan sulit makan karena luka
di mulut dan lidah menimbulkan rasa nyeri. Pada kondisi parah, EV-71
bisa menyebabkan infeksi selaput otak atau meningitis, infeksi otak
atau encephalitis yang mengarah ke kematian.
Virus
ini mudah menular
melalui kontak langsung dengan penderita dan biasanya terjadi dalam
musim panas. Penularannya bisa melalui cipratan ingus, air liur/ dahak,
tinja penderita serta sentuhan dengan cairan dari bercak merah
penderita Walau tidak sebagai vektor , lalat dan kecoa diduga dapat
mempermudah penyebaran virus. Masa inkubasi penyakit ini 3 sampai 6
hari. Jika tidak mengalami komplikasi - setelah 7 hari penyakit ini
akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease)
Budaya
hidup sehat dan bersih adalah pencegahan terbaik terhadap serangan
penyakit ini. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun setelah
bersentuhan dengan sesuatu yang kotor, saat sebelum makan, sesudah
membuang ingus dan setelah bersentuhan dengan benda kotor. Batuk dan
bersin jangan semaunya sehingga ”isinya” berantakan kemana-mana.
Beberapa
hari lalu, ada ketakutan dari sebagian warga penyakit ini sudah tiba di
Jakarta. Ketakutan mereda setelah Depkes mengumumkan dua
penderita RSCM yang diduga kena penyakit seperti di Cina itu ternyata
bukan karena enterovirus EV-71. Berjaga-jaga agar penyakit Enterovirus E-71 jangan menjadi wabah baru memang patut digalakkan. Namun yang lebih
penting, penyakit yang sering muncul mengintai nyawa anak-anak kita,
seperti demam berdarah, perlu kita berantas bersama secara terencana. Ingat, ancaman demam berdarah masih ada di sekitar kita, dan sewaktu-waktu bisa
menjadi wabah. Sebenarnya ini tak kalah berbahayanya .
|