header image
Home arrow Berita arrow BERITA MEDIS arrow Serangan Virus Pra Olimpiade
Serangan Virus Pra Olimpiade PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   
May 10, 2008 at 08:21 PM

Wabah Enterovirus  terjadi di Cina sejak April 2008. Hingga 10 Mei, menurut China Daily, 34 orang telah meninggal dunia, dan sekitar 27.500 orang telah terinfeksi enterovirus EV-71 (korban terbanyak berasal dari propinsi Anhui, Cina Tenggara). Situasi ini menyebabkan pemerintah Cina mengambil langkah ekstra ketat untuk melokalisir penyebaran penyakit ini. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau outbreak ini gagal diatasi. Selain membuat penyakit ini marak ke negara sekitar, olimpiade Beijing yang akan berlangsung Agustus 2008 diperkirakan akan kurang semaraknya, dikarenakan para turis dan atlit takut datang ke Cina.


Sebenarnya penyakit karena EV-71 ini bukan penyakit baru. EV-71 ini pernah menyerang seorang anak dan berhasil diisolasi/ dipelajari karakternya di California pada tahun 1969. Epidemi penyakit ini sudah melanda Malaysia, Singapura dan Jepang tahun 1997, dan di Taiwan tahun 1998. Penyakit yang dulu sering disebut sebagai “Flu Singapura” ini dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut (KTM)

Penyakit ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae, Genus Enterovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

Penyakit yang disebabkan EV-71 memang banyak menyerang bayi dan anak-anak (usia di bawah 6 tahun), mengingat sistem pertahanan tubuh mereka belum sesempurna dan sekuat orang dewasa.

Gejala serangan enterovirus EV-71 sangat mirip gejala flu biasa seperti demam (tidak tinggi-tinggi amat – sekitar 38,3 derajat Celcius) yang kadang disertai pusing dan lemas serta nyeri tenggorokan. Selanjutnya akan muncul bercak merah bergelembung berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki dan mulut. Anak akan sulit makan karena luka di mulut dan lidah menimbulkan rasa nyeri. Pada kondisi parah, EV-71 bisa menyebabkan infeksi selaput otak atau meningitis, infeksi otak atau encephalitis yang mengarah ke kematian.

Virus ini mudah menular melalui kontak langsung dengan penderita dan biasanya terjadi dalam musim panas. Penularannya bisa melalui cipratan ingus, air liur/ dahak, tinja penderita serta sentuhan dengan cairan dari bercak merah penderita Walau tidak sebagai vektor , lalat dan kecoa diduga dapat mempermudah penyebaran virus. Masa inkubasi penyakit ini 3 sampai 6 hari. Jika tidak mengalami komplikasi - setelah 7 hari  penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease) 

Budaya hidup sehat dan bersih adalah pencegahan terbaik terhadap serangan penyakit ini. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun setelah bersentuhan dengan sesuatu yang kotor, saat sebelum makan, sesudah membuang ingus dan setelah bersentuhan dengan benda kotor. Batuk dan bersin jangan semaunya sehingga ”isinya” berantakan kemana-mana. 

Beberapa hari lalu, ada ketakutan dari sebagian warga penyakit ini sudah tiba di Jakarta. Ketakutan  mereda setelah Depkes mengumumkan dua penderita RSCM yang diduga kena penyakit seperti  di Cina itu ternyata bukan karena enterovirus EV-71. Berjaga-jaga agar penyakit Enterovirus E-71 jangan menjadi wabah baru memang patut digalakkan. Namun yang lebih penting, penyakit yang sering muncul mengintai nyawa anak-anak kita, seperti demam berdarah,  perlu kita berantas bersama secara terencana. Ingat, ancaman demam berdarah masih ada di sekitar kita, dan sewaktu-waktu bisa menjadi wabah. Sebenarnya ini tak kalah berbahayanya .

User Comments
Your Name / Email Address

<Previous
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6:53 p.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters News
Custom Search
 Powered by MIMS.com