header image
Home arrow Pengobatan Rasional arrow Pengobatan Rasional arrow Paracetamol: Komponen Obat Flu Paling Populer -
Paracetamol: Komponen Obat Flu Paling Populer - PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   

Sebut saja nama sebuah obat demam panas atau obat flu, pasti isi utamanya adalah paracetamol. Paracetamol adalah zat berkhasiat yang terkandung dalam ratusan obat flu, sakit kepala dan penurun panas yang iklannya sering muncul di pelbagai media. Paracetamol tersedia dalam bentuk tablet, sirup dan juga suppositoria. Di Indonesia sering terdapat dalam resep racikan anak.

 

    Paracetamol disebut obat yang relatif aman bila digunakan sesuai aturan penggunaan. Ini dapat dilihat dari usia edarnya di dunia yang telah melebihi 50 tahun, dan belum tergeserkan oleh penemuan obat baru lainnya. Paracetamol tetap banyak digunakan karena efek sampingnya dianggap lebih ringan dibandingkan obat penurun panas lain. Paracetamol aman bagi wanita hamil dan menyusui. Sebagai penurun panas paracetamol berhasil menyingkirkan kinin yang berasal dari tanaman kina yang mendominasi obat penurun panas (juga obat malaria) pada tahun lima puluhan, dan juga mendesak penggunaan aspirin sebagai obat penurun panas.

    Paracetamol disintesa tahun 1873, dan baru tahun 1955 dipasarkan secara masal di Amerika Serikat dengan nama Tylenol, dan mulai dijual di Inggeris tahun 1956 dengan nama Panadol. Setelah hak patennya berakhir tahun 1984, ribuan merek dagang obat mengandung paracetamol beredar di dunia. Di Indonesia saat ini tak kurang 200 merek obat mengandung paracetamol mengisi rak apotik dan toko obat. Obat yang mengandung Paracetamol antara lain Panadol, Biogesik, Tempra, Decolgen, Paratusin dan sebagainya.

Aksi/kerja utama paracetamol adalah dengan cara menghambat sintesis prostaglandin di pusat otak (hipotalamus), tetapi tidak di perifer (jaringan), sehingga tidak mempunyai efek sebagai anti inflamasi. Paracetamol mampu meringankan/ menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi susunan syaraf pusat dan tidak menimbulkan ketagihan.Walau relatif aman, tidak berarti paracetamol dapat ditelan semaunya. Pemakaian paracetamol berbulan-bulan secara rutin dalam dosis yang tinggi cenderung menghasilkan kerusakan hati. Efek samping lain adalah reaksi hipersensitif dan kelainan darah.(AK)

 

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 1:16 a.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters: Health News
Custom Search
 Powered by MIMS.com