header image
Home arrow Pengobatan Rasional arrow Pengobatan Rasional arrow Kompres Panas Atau Dingin? -
Kompres Panas Atau Dingin? - PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   

       Sebelum tahun 2000, hampir semua orang tua menggunakan kain lap yang dibasahi air dingin atau air es untuk mengompres anak bila demam, seperti yang dianjurkan tenaga medis dan buku-buku kesehatan. Namun beberapa tahun belakangan mulai muncul anjuran dari dunia medis untuk menggunakan kompres panas atau air hangat, yang seakan-akan menyalahkan teori kompres masa lalu. Banyak orang tua yang bingung dengan fenomena ini, metode kompres apa yang akan dipilih.

       Kedua metode kompres ini punya argumen pembenaran sendiri-sendiri, sehingga sulit untuk disalahkan secara mutlak. Yang setuju dengan kompres dingin agaknya berlindung kepada hukum fisika bahwa panas dari suatu tempat bisa berkurang setelah diserap benda lain . Dengan diserapnya panas tubuh oleh kain dingin maka suhu tubuh akan turun mendekati normal. Yang setuju dengan cara kompres panas berargumen kompres dingin itu sebenarnya tidak begitu efektif menurunkan panas. Karena kontak dengan air es maka pembuluh darah yang kontak dengan kain kompres dingin akan menciut (vasokonstriksi) sehingga menyulitkan pengeluaran panas. Di samping itu, benda dingin yang ditempelkan ditubuh menyebabkan thermostat di otak (hipotalamus) keliru memberi perintah. Perintah yang seharusnya menurunkan suhu berubah menjadi menaikkan suhu gara-gara benda dingin yang menempel. Karena itulah saat ini para dokter lebih menganjurkan kompres dengan air hangat bila anak demam. (AK)

 

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6:07 p.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters: Health News
Custom Search
 Powered by MIMS.com