header image
Home arrow Teropong arrow Teropong arrow BERKEMBANGNYA VARIAN OBAT
BERKEMBANGNYA VARIAN OBAT PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   

       Bukan mobil saja yang banyak varian, obat juga tidak mau kalah. Kalau Toyota Avanza punya 4 varian di antaranya Avanza 1.3 G M/T, dan 1.5 M/T, beberapa obat seperti Panadol, Bisolvon, dan Triaminic belakangan ini berlomba-lomba membuat varian. Jika dahulu masyarakat hanya mengenal satu jenis tablet Panadol yang berisi 500 mg paracetamol, sekarang setidaknya sudah ada 5 varian tablet Panadol: yakni Panadol Biru, Panadol Merah, Panadol Hijau, Panadol hijau merah, dan Panadol Anak. Panadol Biru identik dengan Panadol lama, hanya berisi paracetamol 500 mg - dipasarkan untuk meredakan sakit kepala, nyeri dan demam .

    Panadol merah disebut juga Panadol extra mengandung paracetamol dan coffein dipasarkan untuk sakit kepala. Panadol hijau mengandung paracetamol, pseudoephedrine Hcl dan dextromethorphan - dipasarkan untuk meredakan gejala pilek dan flu. Panadol hijau merah mengandung paracetamol, pseudoephedrin dan CTM - dipasarkan untuk meredakan gejala pilek dan flu malam hari. Panadol anak hanya mengandung paracetamol seperti yang biru, hanya kadarnya yang lebih kecil. Jika beberapa tahun silam dibenak masyarakat Bisolvon sirup identik dengan obat batuk pencair riak dan hanya mengandung zat berkhasiat bromhexin, anggapan tersebut kini tidak lagi benar. Selain bisolvon “tradisional” tadi, kini dikenal pula Bisolvon Flu Sirup yang mengandung bromhexine, paracetamol dan CTM. Varian lainnya adalah Bisolvon Solution, Bisolvon Elixir, Bisolvon Extra, dan Bisolvon Kid Sirup.         Begitu juga dengan Triaminic, yang dikenal sebagai obat pelonggar hidung/ pilek karena mengandung zat pseudoephedrin, sekarang memiliki 3 varian, yakni Triaminic batuk (berisi Dextromethorphan dan Pseudoephedrin), Triaminic Pilek (berisi Pseudoephedrine dan CTM) serta Triaminic Expectorans (berisi Pseudoephedrine dan Guaiaphenesine) Nah karena varian sudah makin banyak, di apotik pengunjung harus lebih teliti dan banyak bertanya. Jangan sampai maksud semula membeli Panadol untuk sakit kepala (Panadol biru), terbeli Panadol Merah untuk obat Flu. Sakit kepala mungkin hilang setelah menelan obat lain varian itu, tapi siapa tahu membahayakan anda yang mengendarai kendaraan karena panadol hijau itu mengandung Chlorpeniramin (CTM) yang membuat mata menjadi berat karena mengantuk. Atau anda penderita darah tinggi ingin membeli obat sakit kepala. Karena yang dibeli panadol merah (harusnya biru), bisa saja sakit kepalanya makin hebat karena Panadol merah berisi coffein yang dapat menaikkan tekanan darah.
    Fenomena memperbanyak varian ini sesungguhnya salah satu strategi pemasaran pabrik obat untuk memperluas pasar produknya dengan memanfaatkan brand name yang sudah kuat di mata konsumen. Tapi bila cara ini diikuti oleh banyak brand name lainnya, ujung-ujungnya akan menyulitkan konsumen dan petugas apotik menghapalnya. Bisa jadi akan banyak peniru ucapan yang sering dibawakan pelawak Tukul: “Capek deh”.


User Comments

Please login or register to add comments

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6 a.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters: Health News
Custom Search
 Powered by MIMS.com