header image
Home arrow Teropong arrow Teropong arrow Obat Tetes Mata: Dari Yang Biasa Hingga Herbal
Obat Tetes Mata: Dari Yang Biasa Hingga Herbal PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   
Apr 18, 2010 at 03:28 AM

       Salah satu bentuk obat yang sering digunakan bila mata terganggu adalah obat tetes mata. Karena digunakan untuk gangguan yang berbeda-beda, beragam pula jenis obat tetes mata yang kini tersedia.tetes.jpg Kalau hanya sekedar gangguan ringan seperti terkena debu , mata terasa kering, obat tetes mata ringan yang dijual bebas seperti visine, insto dan rohto tentu sangat berguna. Kalau mata sudah sangat merah, atau mata seperti ada pasir yang mengganjal, tekanan bola mata terasa berat, rasa nyeri mulai menyumpal, obat tetes mata lain berdasarkan resep dokter tentu perlu diberikan .

       Saat ini beragam obat tetes mata dapat diperoleh di apotek dengan beragam kegunaan. Ada yang digunakan untuk penyegar mata, anti alergi, pembasmi kuman, pengurang/ penghilang radang, pengganti cairan mata untuk yang mata kering, pengurang tekanan bola mata dan sebagainya. Karena itu obat tetes mata bisa mengandung antibiotik, steroid, antihistamin, simpatomimetik, parasimpatomimetik, beta reseptor blocker,parasimpatolitik, prostaglandin, NSAID (Non Steroid Anti Inflamatory Drugs) hingga anestesi lokal.

       Kemasan obat tetes mata yang beredar kini juga mulai bervariasi. Ada yang dalam botol kecil berisi 5 ml hingga 20 ml cairan, dan ada pula yang dalam kemasan tunggal - vial plastik kecil berisi 1 ml cairan tetes mata.

       Jika ingin obat tetes mata tanpa pengawet pilihlah obat tetes yang memiliki kemasan tunggal vial 1 ml, yang selayaknya dibuang setelah digunakan (maklumlah, banyak juga orang yang alergi dengan pengawet) . Semua tetes mata yang beredar di apotek tentu memenuhi ketentuan yang tidak bisa ditawar: steril, bebas partikel asing, PH mendekati 7 (agar tidak memerihkan mata) , serta memiliki tekanan osmose sesuai atau mendekati tekanan osmose cairan mata. Untuk menghasilkan obat tetes mata yang memenuhi persyaratan tersebut, pabrik pembuat obat tetes mata harus memiliki pekerja, peralatan dan bangunan yang memenuhi persyaratan pemerintah.

       Kalau dibuat secara sembarangan dengan peralatan asal-asalan, bisa-bisa obat tetas mata yang dihasilkan memperparah kondisi mata. Dapat dikatakan, tidak boleh ada kompromi persyaratan dalam membuat obat tetes mata, mengingat mata adalah indera kita yang sangat berharga dan sensitif .  Bila ada tetes mata yang tidak steril, mengandung bakteri dan jamur misalnya, niscaya dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak buruk pada mata seperti kebutaan.

       Banyak Negara sangat tegas dengan masalah sterilitas obat tetes mata. Amerika Serikat misalnya, lewat FDA, pada 7 April 2010 mengumumkan bahwa pabrik farmasi US Oftalmi di Florida diragukan sterilitas pembuatan obat matanya. Akibat temuan ini beberapa merek dagang tetes mata  US Oftalmi seperti camolyn yang cukup laris di AS buru-buru ditarik dari pasaran AS. 

Obat Mata Herbal

        Pada saat ini di Indonesia banyak beredar pula obat tetes mata herbal. Berbeda dengan obat tetes mata yang biasa dikenal, obat tetes mata herbal tidak dijual di apotek, tapi lebih banyak dipasarkan lewat warung-warung, klinik herbal , penjualan dari orang ke orang, dan pembelian langsung di internet.

       Berbeda dengan obat mata biasa buatan pabrik farmasi, walau dikemas secara sederhana, harga per botol obat mata herbal  ternyata lebih mahal (harga tetes mata herbal  umumnya berkisar Rp. 15.000 hingga Rp. 50.000). Malah ada obat tetes mata herbal yang dijual Rp. 400.000 per botol kecil (tetes mata Radix Vittae).

       Obat tetes mata herbal umumnya pedih bila diteteskan dimata (tanda tidak isotonis dan isohidri). Di samping itu klaim khasiat cenderung berlebihan dan tidak rasional. Beberapa obat tetes mata herbal yang diduga mengandung campuran madu dan herbal dipromosikan dapat mengobati segala macam penyakit mata, dari mata minus, mata plus plus, katarak, mata rabun, glaucoma dan sebagainya. Umumnya obat mata herbal yang beredar mencantumkan nomor registrasi yang diawali TR, tanda telah teregistrasi di Badan POM sebagai Obat Tradisionil. Namun ada pula tetes mata herbal yang mencantumkan nomor registrasi di luar "pakem", yang diragukan kebenarannya. Misalnya nomor registrasi yang berawalan SP (SP = Surat Perintah?) Apakah nomor registrasi tersebut asli atau aspal adanya? Apakah produsen obat mata herbal tersebut memproduksi obat tetes mata dengan perlengkapan dan sarana yang menjamin produksinya steril dan bebas dari benda-benda berbahaya? Apakah obat tetes mata tersebut aman dan berkhasiat seperti yang diiklankan? Wallahu alam.

       Namun bila kita menyimak Peraturan Badan POM No. : HK.00.05.41.1384 tgl 2 Maret 2005 tentang KRITERIA DAN TATA LAKSANA PENDAFTARAN OBAT TRADISIONAL, OBAT HERBAL TERSTANDAR DAN FITOFARMAKA (pasal 34) yang menyatakan obat tradisional dilarang diproduksi dalam bentuk intra vaginal, tetes mata, dan parenteral ; kenyataan banyaknya obat tetes mata herbal yang  kini  banyak beredar di masyarakat memang membingungkan. (Azril Kimin - apotekputer.com)


User Comments

Comment by apotekputer.com on 2010-08-04 19:47:27
Boleh tidaknya obat ini beredar merupakan kewenangan penuh pemerintah.

Comment by on 2010-08-02 23:55:09
trus bagaimana pak? sebenarnya boleh atau tidak tetes mata herbal ini?

Comment by on 2011-04-06 00:00:22
iya gimana pak boleh tidakobat tetes mata herbal soalnya mata ibu saya katarak dan mau mencoba obat mata herbal ini

Comment by on 2012-03-03 16:56:55
tetes mata utk mata lelah yang menjadi merah dalam kemasan 1ml sebaiknya pakai yang mana...trimaksih

Please login or register to add comments

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 9 a.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters: Health News
Custom Search
 Powered by MIMS.com