header image
Home arrow Berita arrow BERITA MEDIS arrow SUSU BERMELAMIN MARAK KEMBALI?
SUSU BERMELAMIN MARAK KEMBALI? PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   
Feb 08, 2010 at 05:17 PM

       Awal Pebruari 2010, pihak berwenang Cina melakukan razia produk susu secara besar-besaran di seluruh negeri. Delapan tim pengawas dadakan diperintahkan menyebar di 16 propinsi. Supermarket dan pasar ditelusuri untuk menyita produk susu yang ditengarai kembali mengandung melamin.  Hasilnya  tak mengecewakan: 170 ton susu terkontaminasi melamin ex skandal susu tahun 2008  yang dikemas kembali berhasil disita.razia.jpg

       Razia tersebut dilakukan setelah diketemukannya kembali produk susu seperti coklat, dan es cream mengandung melamin di propinsi Shaanxi. Usut punya usut rupanya ada sekitar 10  ton susu terkontaminasi melamin  dijual murah ke pabrik Lekang pada Oktober 2009, perusahaan makanan yang banyak menggunakan susu untuk produk-produknya. Penelitian awal membuktikan pabrik Lekang tidak sendirian. Menurut China Daily, Shanghai Panda Dairy Company juga berperilaku serupa. Dan ditengarai banyak pabrik makanan lain juga mempergunakan susu bermelamin yang mestinya sudah dimusnahkan. Makanan bermelamin di atas juga diketemukan di Shanghai, propinsi Shandong, Liaoning, Guizhou, Jilin dan Hebei.

       Agaknya moral hazard dikalangan sebagian pedagang belum punah sepenuhnya. Padahal, sejak skandal susu bermelamin September 2008 yang menewaskan 9 bayi dan membuat sakit 300 ribu bayi, pemerintah Cina bukan main tegasnya menindak pelaku-pelaku pencemar susu. Sampai-sampai dua orang yang dianggap bertanggung jawab atas skandal susu tahun 2008 diganjar hukuman luar biasa berat: hukuman mati. Heboh melamin tahun 2010 ini merupakan buntut kasus melamin tahun 2008. Setelah Cina melarang beredarnya susu bubuk yang diproduksi sebelum September 2008, ratusan ton susu di pabrik dan tempat penjualan menumpuk luar biasa banyaknya. Banyak yang memang dimusnahkan, namun karena jumlahnya sangat besar – tak sedikit pula yang masih tersisa, menumpuk tak tahu mesti dikemanakan. Perlu biaya tinggi untuk memusnahkan ratusan ribu ton susu terkontaminasi tersebut.

      Seperti diketahui, skandal susu bermelamin tahun 2008 bermula dari beberapa pemasok  yang  menambahkan air ke dalam susu segar (bahan baku susu formula) yang  dikirim ke pabrik susu agar timbangan susu yang dijual bertambah besar. Agar pengenceran atau oplosan yang dilakukan tidak ketahuan, mereka menambahkan zat kimia melamin yang membuat tampilan susu oplosan tak ubah susu segar biasa. Kebetulan pula, melamin dapat mengelabui test mutu bahan baku yang dilakukan pabrik susu karena kaya kandungan nitrogen. Buntutnya  susu formula yang dihasilkan banyak pabrik susu terkontaminasi melamin yang berbahaya bagi kesehatan.

      Cina memang jauh, tapi produk makanannya bisa "sangat dekat" dengan kita. Terutama setelah diberlakukannya ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) sejak Januari 2010. Bisa saja produk makanan yang bermasalah seperti di atas dijual di Indonesia. Kita musti waspada bila membeli produk-produk makanan impor murah yang menggoda mata. Kita mesti sadar, dibalik harga yang sangat murah, mungkin terbawa bahaya yang sangat mahal ongkosnya. (apotekputer.com)


User Comments
Your Name / Email Address

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6:53 p.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters News
Custom Search
 Powered by MIMS.com