|
Dalam dunia penuh keterbukaan ini, jangan coba-coba menulis karya ilmiah serampangan – bisa-bisa penjara ganjarannya. Hidup dalam penjara agaknya akan dijalani Dr. Scott S. Reuben, mantan Kepala Unit Nyeri Akut Bay State Hospital di Springfield, Massachusets, yang kini tengah menjalani proses hukum di pengadilan federal AS. Menurut Boston Globes (15 Januari 2010), Dr. Scott S. Reuben diperkirakan akan menjalani hukuman 10 tahun penjara serta denda 250 ribu US dolar ditambah menyerahkan ke pengadilan 50 ribu US dolar yang pernah diterimanya dari pabrik farmasi. Di pengadilan, dokter Dr. Scott S. Reuben mengaku telah menerima dana dari pabrik-pabrik farmasi untuk penelitian obat-obat nyeri - tetapi tidak melakukan penelitian sebagaimana seharusnya. Hasil penelitian yang dilaporkannya ( juga dipublikasikan pada banyak jurnal kedokteran terkemuka dunia) ternyata merupakan hasil rekayasa.
Seperti yang ditulis apotekputer.com hampir setahun lalu (Tsunami
Penelitian Obat -14 Maret, 2009). Tulisan-tulisan Dr. Scott S. Reuben di banyak jurnal medis terkemuka dunia dianggap menyesatkan. Ilmuwan tersebut dianggap
penipu karena telah memberikan banyak informasi yang membahayakan
kesehatan lewat artikel ilmiahnya yang bertebaran di banyak jurnal
kedokteran terkemuka. Dr. Reuben
menuliskan artikel ilmiah yang memuji kehebatan obat yang ditelitinya
dan mengecilkan efek sampingnya – padahal penelitian tersebut rekayasa
belaka (hanya untuk menyenangkan pabrik sponsor). Karena dianggap sebagai dokter pakar/ panutan – ratusan dokter
dibelahan bumi ini mengikuti rekomendasi metode pengobatan yang
ditulisnya. Malangnya lagi, obat yang dipuji-puji tersebut telah
menimbulkan celaka banyak orang karena beratnya efek samping. Vioxx and
Bextra dari kelompok Cox-2 inhibitors adalah obat yang
direkomendasikannya. Kedua obat tersebut kini dilarang beredar karena
terdapat bukti meningkatnya serangan jantung, stroke hingga kematian
pada pasien-pasien penggunanya. Majalah Scientific American menggelari dr. Scott Reuben sebagai
Madoff dunia kesehatan karena selama 12 tahun berhasil mengelabui kalangan medis internasional. (Bernie Madoff adalah mantan direktur Nasdaq
yang dikenal sebagai pakar ekonomi dunia, tapi belakangan terbukti
sebagai penipu yang telah membangkrutkan ribuan perusahaan investasi
dan individu dunia. Pada 22 Juni 2009 Madoff dijatuhi hukuman kumulatif
150 tahun penjara oleh pengadilan AS) Sebelum namanya tercemar, Dr. Scott Reuben, dikenal
sebagai pakar multimodal analgesia, suatu metode pengobatan yang
mengkombinasikan beberapa obat penghalang rasa nyeri pasien pasca
operasi dan lebih mempercepat kesembuhannya. Dr. Scott Reuben dari
Massachusets, pakar anestesiologi kelas dunia itu telah menyemarakkan
seminar ilmiah dan jurnal-jurnal ilmiah kedokteran AS dan Eropah selama
belasan tahun. Karena keahliannya disegani, rekomendasi yang ditulisnya
di majalah kedokteran terkemuka dunia tentang kehebatan suatu obat
baru, dipercaya para dokter lain sehingga lahirlah ribuan resep yang
mengacu pola hasil penelitiannya – yang tentu saja menguntungkan pabrik
yang memproduksi obat baru tersebut. Salah satu anjuran nya adalah
“prosedur “ pemberian kombinasi Lyrica dan Celebrex pada pasien pasca
operasi. Anjuran lainnya menganjurkan pemberian effexor untuk
menghilangkan rasa sakit – padahal obat tersebut menurut FDA hanya
diindikasikan sebagai antidepressant. Di samping itu, Dr. Ruben
dikenal aktif melayangkan surat ke FDA, meminta FDA untuk tidak
menghambat/ melarang obat-obat yang telah ditelitinya, sambil
melampirkan data-data penelitiannya yang palsu tersebut. Di bawah kami kutipkan 21 artikel ilmiah Dr. Scott Reuben yang dipermasalahkan kebenarannya.

|