|
Paracetamol dan Vaksinasi Bayi |
|
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Oct 19, 2009 at 07:21 PM |
|
Memberikan paracetamol secara profilaksis pada saat vaksinasi kini dipertanyakan efektifitasnya. Praktek yang sering dilakukan petugas kesehatan di banyak negara agar anak yang divaksinasi terhindar dari demam dan kerewelan pasca immunisasi diduga akan menurunkan kemampuan pembentukan antibodi yang diharapkan. Demikianlah kesimpulan sebuah penelitian yang dimuat jurnal kedokteran Inggeris terkemuka, The Lancet edisi 17 Oktober 2009.
Penelitian dilakukan terhadap 459 bayi sehat yang divaksinasi. Secara acak ( computer-generated randomization), 226 bayi diberi 3 dosis paracetamol tiap 4-6 jam, sedangkan 233 bayi lainnya tidak diberi paracetamol. Penelitian yang dilakukan di 10 fasilitas kesehatan Cekoslowakia tersebut menyimpulkan: walaupun temperatur bayi setelah vaksinasi lebih bisa dikendalikan, kemampuan meningkatkan antibodi pada bayi-bayi yang diberi parasetamol lebih rendah dibandingkan bayi-bayi yang tidak diberi obat penurun panas tersebut. Pemberian parasetamol ternyata menghambat respons rate system immune. Hal ini dilihat dari besaran antibody geometric mean concentrations (GMCs).
Naiknya temperatur tubuh bayi akibat vaksinasi adalah reaksi simpang yang lazim, ketika tubuh bayi diperkenalkan dengan antigen tertentu yang terdapat dalam vaksin, agar sistem pertahanan tubuhnya tangguh menghadapi virus dan bakteri tertentu yang kelak menyerang. Namun ketakutan akan demam serta kerewelan bayi akibat naiknya temperatur umumnya membuat panik banyak orang tua, yang akhirnya lebih memilih menggunakan obat penurun panas bersamaan anaknya divaksinasi.
Hasil penelitian ini agaknya akan mendorong pemberian paracetamol lebih rasional. Pemberian parasetamol profilaktif pada bayi yang divaksinasi sebaiknya dihindari. Namun, pada kondisi bayi tertentu, kalau reaksi simpang berupa panas tinggi memang menguatirkan dan mengarah sakitnya si bayi (seperti kejang), pemberian obat penurun panas tentu tak boleh dikesampingkan. (AK - 20 Oktober 2009)
|
Comment by Harya Pradhana (duakehidupan.o on 2009-10-29 06:51:48 Terimakasih banyak atas infonya, Pak. (saya mahasiswa UI yg pernah PKL di apotek bpk..) |
|