Bayer Healthcare, perusahaan farmasi multinasional, kini merasa sangat tidak nyaman dengan produk pil kontrasepsinya yang selama ini sangat laris di Amerika Serikat. Menurut New York Times edisi 25 September 2009, di AS setidaknya sudah terdaftar 74 tuntutan hukum terhadap pil kontrasepsi produk Bayer yang dipasarkan dengan nama dagang Yaz dan Yasmin. Ke dua obat ini merupakan pil kontrasepsi relatif baru yang berisi estrogen kadar rendah (mengandung progestin yang disebut drospirenone) – dan selama ini dicitrakan Bayer sebagai pil kontrasepsi untuk wanita usia di bawah 35 tahun. Dalam hal ini Bayer dituduh telah melebih-lebihkan manfaat produk tersebut dan mengecilkan efek sampingnya sehingga terjadi beberapa gangguan kesehatan hingga kematian mendadak dari pengguna obat tersebut di AS. Sejak 2004, otoritas obat dan makanan AS (FDA) telah menerima 50 laporan kematian mendadak wanita yang diduga mengkonsumsi Yaz dan pil kontrasepsi lainnya yang mengandung drospirenone. Sebagian dari laporan tersebut menunjukkan adanya kadar kalium yang tinggi pada sebagian besar korban. Penyebab kematian umumnya cardiac arrest, intracardiac thrombus, pulmonary embolism dan stroke. Yasmin sudah dipasarkan sejak 2001, dan Yaz sejak 2006. Tahun lalu saja ke dua pil ini telah memberikan pendapatan 1, 8 juta dolar (sekitar 18 trilyun) kepada perusahaan Bayer. Yaz juga tercatat sebagai pil kontrasepsi dengan penjualan tertinggi di AS. Boleh jadi karena dicitrakan juga untuk mencegah tumbuhnya jerawat.
Tuntutan hukum di atas didasarkan efek samping yang dapat ditimbulkan ke dua
pil tersebut, yakni: serangan jantung, sumbatan pembuluh
darah dan stroke. Karena merupakan analog dari spironolactone
(diuretik), drospirenone yang terdapat pada pada Yaz dan Yasmine
memiliki efek samping yang tidak terdapat pada tipe estrogen terdahulu.
Drospirenone ditengarai dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah,
yang menjurus hyperkalemia pada pasien tertentu (pasien dengan
obesitas, hipertensi, dan diabetes) – yang lebih lanjut dapat
menimbulkan gangguan fungsi jantung seperti cardiac arrhythmias yang
fatal. Hingga saat ini Bayer menolak tuduhan tersebut dan tetap
menyatakan ke dua pil tersebut aman digunakan. Bayer memaparkan,
sejumlah penelitian drospirenone di Eropah membuktikan tidak ada
perbedaan resiko efek samping yang bermakna bila dibandingkan dengan
penggunaan pil kontrasepsi yang menggunakan jenis estrogen yang sudah dikenal
sebelumnya (penelitian yang disponspori Bayer). Namun penelitian independen dari beberapa Negara Eropah lain lain
tidak mendukung pendapat pabrik Bayer. Pihak berwenang di Swiss kini
tengah meneliti kasus kematian seorang wanita muda pengguna pil Yaz.
Wanita 16 tahun tersebut meninggal pertengahan September 2009 , diduga
karena pulmonary embolism setelah 10 bulan menggunakan Jaz. Di samping
itu suatu penelitian di Belanda yang dimuat pada British Medical
Journal edisi 13 August 2009, menyebutkan terjadi 6,3 kali peningkatan
resiko venous thrombosis dibandingkan orang yang tidak menggunakan pil kontrasepsi. Padahal, estrogen terdahulu seperti levonorgestrel meningkatkan
resiko tersebut hanya 3,6 kali.
Terlepas dari siapa yang salah dan benar. Tuntutan konsumen dari
Amerika Serikat ini sedikit banyak akan mempengaruhi pemasaran Yaz dan
Yasmine di seluruh dunia. Para dokter tentu mulai berhati-hati
meresepkan ke dua obat ini. Para pasien yang kini rajin menguak
informasi lewat internet tentu akan memilih obat yang paling sedikit
resikonya bagi kesehatannya. (apotekputer.com)
User Comments
Comment by
on 2010-01-28 22:19:48 wah kalo gitu yang paling aman dan yang pali enak apa dong...kalo bisa tanpa efek samping...kalo diane gimana...ada ulasanya ga?
Comment by
on 2010-07-13 01:13:13 Sebenarnya definisi obat sendiri harus dilihat oleh orang awam. Tidak ada satu pun sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia tidak ada efek sampingnya. Yang harus dilihat adalah menimbang antara risiko dan benefit nya. Bila risiko lebih tinggi pada orang tersebut ya jangan digunakan/ dipilih. Akan tetapi bila benefitnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan risikonya yang kecil, baru dipergunakan. semoga bermanfaat.