header image
Home arrow Berita arrow BERITA MEDIS arrow Mencari Pil Kontrasepsi Yang Aman
Mencari Pil Kontrasepsi Yang Aman PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   
Oct 01, 2009 at 12:00 AM

      Bayer Healthcare, perusahaan farmasi multinasional, kini merasa sangat tidak nyaman dengan produk pil kontrasepsinya yang selama ini sangat laris di Amerika Serikat. Menurut New York Times edisi 25 September 2009, di AS setidaknya sudah terdaftar 74 tuntutan hukum terhadap pil kontrasepsi produk Bayer yang dipasarkan dengan nama dagang Yaz dan Yasmin. jaz.jpgKe dua obat ini merupakan pil kontrasepsi relatif baru yang berisi estrogen kadar rendah (mengandung  progestin yang disebut drospirenone)  – dan selama ini dicitrakan Bayer  sebagai pil kontrasepsi untuk wanita usia di bawah 35 tahun. Dalam hal ini Bayer dituduh telah melebih-lebihkan manfaat produk tersebut dan mengecilkan efek sampingnya sehingga terjadi beberapa gangguan kesehatan hingga kematian mendadak dari pengguna obat tersebut di AS. Sejak 2004, otoritas obat dan makanan AS (FDA) telah menerima 50 laporan kematian mendadak wanita yang diduga mengkonsumsi Yaz dan pil kontrasepsi lainnya yang mengandung drospirenone. Sebagian dari laporan tersebut menunjukkan adanya kadar kalium yang tinggi pada sebagian besar korban. Penyebab kematian umumnya cardiac arrest, intracardiac thrombus, pulmonary embolism dan stroke.
      Yasmin sudah dipasarkan sejak 2001, dan Yaz sejak 2006. Tahun lalu saja ke dua pil ini telah memberikan pendapatan 1, 8 juta dolar (sekitar 18 trilyun) kepada perusahaan Bayer. Yaz juga tercatat sebagai pil kontrasepsi dengan penjualan tertinggi di AS. Boleh jadi karena dicitrakan juga untuk mencegah tumbuhnya jerawat.

      Tuntutan hukum di atas didasarkan efek samping yang dapat ditimbulkan ke dua pil tersebut, yakni: serangan jantung, sumbatan pembuluh darah dan stroke. Karena merupakan analog dari spironolactone (diuretik), drospirenone yang terdapat pada pada Yaz dan Yasmine memiliki efek samping yang tidak terdapat pada tipe estrogen terdahulu. Drospirenone ditengarai dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah, yang menjurus hyperkalemia pada pasien tertentu (pasien dengan obesitas, hipertensi, dan diabetes) – yang lebih lanjut dapat menimbulkan gangguan fungsi jantung seperti cardiac arrhythmias yang fatal.
      Hingga saat ini Bayer menolak tuduhan tersebut dan tetap menyatakan ke dua pil tersebut aman digunakan. Bayer memaparkan,  sejumlah penelitian drospirenone di Eropah membuktikan tidak ada perbedaan resiko efek samping yang bermakna bila dibandingkan dengan penggunaan pil kontrasepsi yang menggunakan jenis estrogen yang sudah dikenal sebelumnya (penelitian yang disponspori Bayer).
     Namun penelitian independen dari beberapa Negara Eropah lain lain tidak mendukung pendapat pabrik Bayer. Pihak berwenang di Swiss kini tengah meneliti kasus kematian seorang wanita muda pengguna pil Yaz. Wanita 16 tahun tersebut  meninggal pertengahan September 2009 , diduga karena pulmonary embolism setelah 10 bulan menggunakan Jaz. Di samping itu suatu penelitian di Belanda yang dimuat pada British Medical Journal edisi 13 August 2009, menyebutkan terjadi 6,3 kali peningkatan resiko venous thrombosis dibandingkan orang yang tidak menggunakan pil kontrasepsi. Padahal, estrogen terdahulu seperti levonorgestrel meningkatkan resiko tersebut hanya 3,6 kali.
       Terlepas dari siapa yang salah dan benar. Tuntutan konsumen dari Amerika Serikat ini sedikit banyak akan mempengaruhi pemasaran Yaz dan Yasmine di seluruh dunia. Para dokter tentu mulai berhati-hati meresepkan ke dua obat ini. Para pasien yang kini rajin menguak informasi lewat internet tentu akan memilih obat yang paling sedikit resikonya bagi kesehatannya. (apotekputer.com)


User Comments

Comment by on 2010-01-28 22:19:48
wah kalo gitu yang paling aman dan yang pali enak apa dong...kalo bisa tanpa efek samping...kalo diane gimana...ada ulasanya ga?

Comment by on 2010-07-13 01:13:13
Sebenarnya definisi obat sendiri harus dilihat oleh orang awam. Tidak ada satu pun sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia tidak ada efek sampingnya. Yang harus dilihat adalah menimbang antara risiko dan benefit nya. Bila risiko lebih tinggi pada orang tersebut ya jangan digunakan/ dipilih. Akan tetapi bila benefitnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan risikonya yang kecil, baru dipergunakan. semoga bermanfaat.

Comment by on 2011-03-08 20:57:04
istri saya barusan meminum obat YAZ dari bayer atas rekomendasi dokter dan kemudian apa yg terjadi...perutnya terasa panas.,apa ini efek samping dan harus dihentikan.... 
Mohon sarannya...

Comment by on 2011-05-04 10:14:24
Sblmny sy mmakai alat kontrasepsi IUD.., kemudian sy lanjutkn dgn suntik 1bln. Skr ini sy ingn mcoba yg praktis dgn mkonsumsi pil kb. Dr smua referensi yg masuk ada 2 nama yg sy pertimbangkan. Diane dan Jasmine... Stlh mbaca artikel k2 obat tsb sy cenderung memilih Jasmine. Yg msh ingn sy tanyakn adl plus minus penggunaan dr pil Jasmine dan aturan penggunaanny.

Comment by on 2011-12-13 17:02:41
Saya telah meminum yaz sejak haid hari pertama tapi kok 2 minggu kemudian saya haid lagi dan pilnya ttp sy minum. Ada yg bisa bantu saya krn sejak minum pil ini perut bagian bawah suka ga enak, dada rasanya penuh dan kok bisa haid 2x dlm sebulan. Usia saya 42 minum Yaz atas rekomendasi dokter krn ingin hamil lagi. tq.

Please login or register to add comments

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6:19 p.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters: Health News
Custom Search
 Powered by MIMS.com