HomeTeropongTeropong TUJUAN RUMAH SAKIT, ORGANISASI RUMAH SAKIT, & PELAYANAN CUSTOMER
TUJUAN RUMAH SAKIT, ORGANISASI RUMAH SAKIT, & PELAYANAN CUSTOMER
Written by DR. Suprijanto Rijadi
Jul 19, 2009 at 07:06 AM
Kemarin 18 Juli 2009 saya menjadi pembicara tamu pada Studium Generale kelas
baru Prodi Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Hasanudin Makasar. Topik yg diminta adalah Organisasi dan Manajemen Rumah Sakit. Daripada kuliah
teoritis tentang apa itu Organisasi atau Manajemen, saya ajak calon-calon Manajer RS tadi mengembara ke konsep pengorganisasian Rumah Sakit kita.
Tujuan dibentuknya Rumah Sakit adalah untuk melayani customer, yaitu
pasien dan keluarganya, dan stakeholder lainnya termasuk pemilik Rumah Sakit.
Mari kita fokus pada yg terpenting yaitu Customer utama yakni pasien
dan keluarganya. Tujuan ini biasanya dijabarkan menjadi Visi dan Misi Rumah Sakit, dimana Visi
adalah gambaran ideal Rumah Sakit untuk 10-15 tahun mendatang (atau yang ideal sehingga
kapan dicapainya tak tergantung waktu), dan Misi yang menjabarkan
komponen utama dari tujuan yg harus dicapai dalam jangka menengah misal
3 atau 5 tahun pertama.
Misi ini lalu dijabarkan menjadi Rencana Tahunan yg mempunyai komponen
Strategi, Program, kegiatan dan anggaran spesifik untuk tahun itu. Secara singkat terdapat suatu benang merah antara Tujuan Dibentuknya RS
(pelayanan customer/pasien) dengan Visi, Misi, Strategi, Program
Tahunan, dan anggaran. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan itu, sehingga kotak
organisasi harus fleksible untuk berubah karena untuk mencapai tujuan
utama diatas, maka organisasi harus berubah sesuai dgn perubahan misi,
strategi Rumah Sakit tersebut.
Dengan kata lain organisasi harus dibuat agar Misi, Strategi dan
Program tahunan tadi tercapai dengan anggaran dan sumberdaya yg pasti
selalu terbatas. Disinilah sebenarnya tantangan bagi para manajer untuk
mengembangkan inovasinya, sehingga tujuan organisasi tercapai dalam
keterbatasan sarana/sumberdaya yg ada.
Desain organisasi RS umumnya dibuat berdasar Fungsi, misal Direktur
Utama membawahi Direktur Pelayanan Medik, lalu Dir Umum dan Keuangan. Direktur Pelayanan Medis membawahi Manajer Layanan Medik, Penunjang medik; Keperawatan, Farmasi...dstnya.
Desain ini berdasar teori Scientific Management (Taylor) yg lahir
ketika pembagian kerja diatur supaya pekerja mampu bekerja fisik secara
maksimal di abad 18 di Amerika. Lahirlah lalu konsep ban berjalan untuk
produksi mobil, pada awal era industrialisasi di Amerika. Teori ini
sangat cocok dengan kondisi lingkungan yg tidak berubah, sehingga
produksi organisasi dapat dimaksimalkan hasilnya. Sehingga konsep ini
paling banyak digunakan untuk Kantor dan pabrik, karena memang tepat
utk situasi mereka.
Mari kita lihat dari sudut pandang Customer kita, pasien dan
keluarganya ketika berobat di Poliklinik RS. Customer datang dgn
berbagai moda transportasi di kota (taksi, kendaraan pribadi, bis,
bajaj,motor, oplet, dll) dan berhadapan dengan pintu gerbang Rumah Sakit. Apakah Rumah Sakit menyiapkan proses kedatangan pasien agar mereka merasa nyaman ketika
datang ke Rumah Sakit (pangkalan taksi, parkir yg cukup, terminal bis depan RS,
parkir motor, dll). Moment of Truth (MOT) pertama adalah petugas parkir
atau sekuriti yg menerima kedatangan customer. Moment of Truth (MOT) kedua adalah pendaftaran di Loket Pendaftaran Pasien. Jenis
customer Rumah Sakit berdasar cara pembayaran berbeda-beda, ada bayar cash, ada yg
ditanggung perusahaannya atau asuransi, ada yang dijamin Askes, Astek,
ada yg memakai Jamkesmas/ Jamkesda. Apakah loket ini dipisahkan sesuai
jenis pembayaran atau digabung saja untuk semua jenis customer? Kalau Rumah Sakit mempunyai 300 pasien per hari, dengan 2 petugas pendaftaran
setiap shift, artinya setiap petugas harus melayani 150 customer setiap
pagi. Apakah mereka masih bisa melakukan Senyum-Salam-Sapa-Terimakasih untuk 150 proses pendaftaran tersebut? Apakah Rumah Sakit meletakkan petugas
pendaftaran yang terbaik (cantik/tampan, gesit, ramah dan selalu
tersenyum) di bagian pendaftaran atau petugas yg tidak disukai disemua
bagian lalu dibuang ke Bagian Pendaftaran?
Hal yang sama pada MOT ketiga Bagian Rekam Medis, lalu MOT keempat
Perawat Poliklinik, MOT kelima Dokter, MOT keenam Radiologi, MOT
ketujuh Laboratorium, MOT kedelapan Kasir, MOT kesembilan Apotik, dan
MOT kesepuluh Customer Services/ Informasi/ Complaint Management. Dengan kata lain, customer melihat Rumah Sakit sebagai satu unit besar yang
harus melayani kebutuhan mereka untuk berobat di Poliklinik. Tetapi Rumah Sakit
melayani mereka melalui 10 unit yang berbeda-beda dalam Struktur
Organisasi yang terpisah satu sama lain.
Kalau suatu Team sepak bola berlatih terus menerus dari Senin s/d Sabtu
agar bisa bertanding setiap Minggunya. Apakah Tim Poliklinik Rumah Sakit yang
berhadapan dengan ratusan customer tadi terus berlatih setiap harinya?
Adakah rapat kordinasi dari 10 unit MOT tadi untuk Continuous Quality
Improvement, untuk bekerjasama mengurangi keluhan customer utama mereka?
Kalau kita lihat dari kacamata Sistem, dimana tiap unit akan melakukan
kegiatan Input - Proses - Output, maka Output dari MOT satu akan
menjadi Input MOT dua. Output MOT dua akan menjadi Input MOT
tiga...dstnya. Masalah dan kelemahan Organisasi selalu ada pada titk
transfer antar Unit, ketika Output suatu Unit menjadi Input Unit
berikutnya. Sehingga rapat kordinasi antar unit untuk memperbaiki
proses transfer ini men jadi mutlak dilakukan.
Kalau kita lihat organisasi Rumah Sakit di Singapura atau Malaysia dimana
Poliklinik sudah dipisah lagi menjadi Unit Terpadu utk Layanan
Diabetes, kanker, wanita, Anak-anak, dll. Sehingga para customer tinggal
datang ke satu unit dan mendapat pelayanan yang terpadu di Unit
tersebut, dari daftar, periksa, bayar dan obat ada di satu titik.
Artinya mereka sudah mengganti pola pengorganisasian Rumah Sakitdari desain
Fungsi ke Desain Proses.
Mari kita evaluasi desain organisasi Rumah Sakit kita, barangkali sudah
dibutuhkan perubahan mendasar dari desain organisasi Rumah Sakit yg berdasar
konsep di abad 18 tadi, dan perlu lebih melihat dari sudut pandang
customer, dan bukan hanya sudut pandang internal dokter, manajer,
perawat yg bekerja di Rumah Sakit kita.
Makassar, 19 Juli 2009 Suprijanto Rijadi
User Comments
Comment by
on 2009-08-15 12:21:01 simple mudah dipahami dan to the point pada permasalahan krusial pelayanan di rumah sakit Indonesia.
Comment by
on 2010-02-13 20:31:13 cukup menambah wawasan, namun mohon dijelaskan bagaimana cara peningkatan kedisiplinan karyawan dan kordinasi antar manager dirumah sakit... trimakasi
Comment by Embrinita/
on 2010-07-01 20:37:51 Menarik, menambah wawasan dan pantas untuk direnungkan
Comment by Ismail drg
on 2011-02-18 17:39:44 Menarik buat sy .. Mohon trik2 khusus manage utk pengembangn kepuasan custumer terhdp rs