header image
Home arrow Teropong arrow Teropong arrow Produsen Obat Herbal AS Ada Juga Yang "Nakal"
Produsen Obat Herbal AS Ada Juga Yang "Nakal" PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   
Jun 20, 2009 at 07:35 PM

       Konsumen obat tradisionil dan suplemen makanan  Indonesia belakangan kuatir dengan banyaknya produsen  yang diam-diam menyelundupkan bahan kimia obat kedalam produknya, yang tentu saja dapat mengancam kesehatan dan jiwa penggunanya.food1.jpgTerakhir Badan POM melarang 60 obat tradisionil dan suplemen makanan    beredar karena terbukti memasukkan bahan kimia obat. Konsumen setia obat tradisionil Indonesia tentu kini lebih berhati-hati memilih obat tradisionil yang hendak digunakan, setidaknya dengan memilih merek yang sudah dikenal dan terjaga reputasinya. Serta  tidak diragukan lagi sudah terdaftar pada Badan POM.

       Bagi sebagian konsumen menengah atas, berkurangnya kepercayaan terhadap obat tradisionil dan suplemen makanan  produksi lokal membuat mereka melirik produk herbal dan suplemen makanan dari Amerika Serikat dan Kanada yang kemasannya lebih kinclong dan mewah, seperti yang banyak terlihat di etalase Farmasi  di Mall dan Plaza  ternama tanah air.  Selain itu, obat herbal  buatan AS dan Kanada juga marak beredar lewat pembelian on line dan sistem multi level marketing , yang harganya jauh lebih mahal dan tak jarang lebih mahal dibandingkan obat-obat modern.
        Banyak yang percaya herbal buatan luar negeri tersebut lebih bermutu dan lebih aman digunakan dibandingkan jamu dan herbal local buatan Indonesia.  Benarkah pendapat demikian?

       Pendapat bahwa obat herbal dan suplemen makanan dari Amerika Serikat pasti aman dan bermutu tidak selalu benar. Kalau kita rajin membaca media on line AS , kita sering menemukan ketidak beresan produk yang beredar di  sana. Banyak fakta menunjukkan,  perangai beberapa produsen obat herbal dari Amerika Serikat  setali tiga uang dengan perangai produsen jamu nakal dari Indonesia. Rupanya banyak juga produsen obat herbal AS yang kepincut menyelundupkan bahan kimia obat kedalam obat herbal, agar obat herbal mereka lebih cespleng dalam bekerja (namun dapat menimbulkan efek samping berbahaya). Di bawah ini beberapa fakta yang perlu kita ketahui.
        Hi-Tech Pharmaceuticals, produsen obat herbal dari AS sejak 1 Mei 2009 dicap FDA  (Otoritas Obat dan Makanan AS) telah melakukan kecurangan tentang kandungan obat herbal Stamina Rx (herbal penambah performance sex)  Setelah diselidiki, obat  herbal yang laris dimacanegara tersebut juga mengandung bahan kimia obat benzamidenafil. Padahal label obat herbal Stamina Rx hanya mencantumkan komponen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti  Mura Puama, Epimedium , alkaloid Yohimbin dan  Gingko Biloba.  Karena tak bisa mengelak, sejak 15 Juni 2009 Hitech Pharmaceutical menarik Stamina Rx dari peredaran di Amerika Serikat. Selama ini Stamina-Rx dijual bebas pada  outlet makanan kesehatan dan supermarket di AS. 
Benzamidenafil adalah obat kimia baru yang termasuk kelompok Phosphodiesterase Type 5 (PDE5) inhibitor. Obat lain yang termasuk keluarga ini adalah sildenafil, tadalafil, dan vardenafil yang dindikasikan untuk pasien gangguan ereksi.
       Sebelumnya FDA telah melarang peredaran Zencore Plus dan  Libimax yang diiklankan sebagai penambah performance sex.  Zencore Plus, Suplemen makanan produksi  Bodee LLC ternyata juga menyelundupkan  benzamidenafil. Sedangkan Libimax produksi  Nature & Health Co. secara diam-diam menyelundupkan bahan kimia obat tadalafil. Padahal ke dua obat  herbal ini pada labelnya hanya mencantumkan isi bahan-bahan yang berasal dari bahan alam saja. (apotekputer.com)


User Comments

Comment by on 2009-06-26 04:03:00
Sudah seharusnya semua menjadi konsumen yang cerdas...jangan cuma ada label amerika atau luar negri trus menganggap lebih baik dari indonesia, belum tentu lho...

Comment by on 2009-08-08 21:06:24
Ternyata jamu/suplemen mengandung BKO nggak hanya di sini. 
Beberapa hari yg lalu diberitakan di media cetak kalo polisi menemukan produk dari china yang dikemas dengan label amerika. Wah kalo gini siapa yang harus bertanggung jawab?
Your Name / Email Address

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6:53 p.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters News
Custom Search
 Powered by MIMS.com