|
Tiba-tiba saja penduduk Meksiko meninggalkan budaya cipika-cipiki dan bersalaman. Semua pertemuan publik dilarang. Ratusan rencana konser, pertandingan olah raga dibatalkan. Banyak restoran ditutup dan sekolah diliburkan. Di samping itu warga menggunakan masker bila ke luar rumah. Para tentara dan pekerja sosial berkeliaran membagikan masker gratis di tempat-tempat umum seperti stasiun bus dan perempatan jalan, sekaligus mencari orang-orang yang diduga terserang flu babi untuk dikarantinakan. Ya, Meksiko sedang panik karena sedang dilanda wabah swine flu atau flu babi yang amat mengkuatirkan. Sejak 13 April 2009, tak kurang 149 orang telah meninggal dunia, dan lebih ribuan orang telah di rumah sakitkan. Uniknya, semua yang meninggal dunia berusia 20 hingga 50 tahun. “Situasi sekarang amat sangat serius bagi bangsa Mexico, ujar President Felipe Calderón yang Sabtu 25 April 2009 mengumumkan Negara Mexico dalam keadaan darurat.
Warga AS yang negaranya memang bertetangga dengan Mexico juga tak kurang resah, mengingat lalu-lalang warga Meksiko ke AS lumayan tingginya. Pejabat Kesehatan kota New York menemukan 8 siswa sebuah sekolah swasta disana mengalami demam panas yang dicurigai terkena flu babi, namun untunglah tidak ada kematian yang terjadi (Washington Post 25/4/2009). Penyebab penyakit flu babi adalah virus influenza subtipe A H1N1. Banyaknya korban manusia dalam waktu singkat di Meksiko menimbulkan pertanyaan, mengapa virus flu babi yang tadinya sangat jarang menulari manusia sekarang berubah sifat mudah menyerang manusia dan yang lebih menakutkan memiliki kemampuan penularan human to human (yang selama ini dikuatirkan terjadi). Menurut BBC yang mengutip pejabat WHO, virus flu Mexico merupakan strain baru yang mengandung unsur genetik yang berasal dari virus flu babi, virus flu manusia dan virus flu burung (virus influenza subtipe A H5N1). Memang babi sudah dikenal sebagai tempat yang ideal untuk terjadinya reassortment virus (penataan kembali susunan protein inti dari virus flu) WHO sendiri Sabtu 25 April 2009 bersidang darurat karena kuatir wabah ini akan menjadi pandemi, menyebar ke seluruh dunia. Direktur Jendral WHO Margaret Chan menyatakan bahwa wabah flu babi di Meksiko ini merupakan Public Health Emergency of International Concern artinya semua negara di dunia diharuskan memantau dan melakukan surveilans atas penyakit ini. Penularan flu babi terutama lewat bersin dan batuk dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Gejala terserang flu babi tak beda dengan flu biasa, yakni: demam, batuk, tenggorokan sakit, otot dan tulang terasa nyeri, menggigil , badan lemas., nafas sesak, dan mungkin disertai mual, muntah dan diare. Masa sakit hingga penyembuhan umumnya 7 hari (jika tak bertambah berat karena komplikasi). Obat yang dianjurkan CDC (Centers For Disease Control and Prevention) Amerika Serikat untuk digunakan adalah obat-obat anti virus seperti oseltamivir yang dikenal sebagai Tamiflu dan zanamivir yang dikenal dengan nama dagang Relenza. (apotekputer.com)
|