Phenylpropanolamine: Isyu Lama Yang Ditebar Kembali
Written by Azril Kimin
Apr 16, 2009 at 12:13 AM
Beberapa hari belakangan ini banyak orang menerima pesan SMS yang bunyinya rada menciutkan nyali , terutama bagi yang suka menggunakan obat flu. SMS tersebut, dengan kalimat meyakinkan menyatakan phenylpropanolamine, komponen yang terdapat pada banyak obat flu , sejak 1 Maret 2009 telah dilarang oleh FDA, Badan Pengawas Pangan Amerika Serikat karena terbukti menyebabkan pendarahan di otak. SMS tersebut juga menyebut beberapa obat flu yang beredar di Indonesia yang mengandung phenylpropanolamine. SMS yang disertai ajakan untuk memberitahukan teman-teman (forward) tersebut lantas menyebar kemana-mana karena banyak penerima SMS sangat yakin akan kebenaran isi nya. Padahal isyu tak benar ini merupakan isyu lama yang juga pernah diklarifikasi Badan POM pada tahun 2001 .
Apotekputer.com
melacak kebenaran berita tersebut di situs resmi FDA, dan media on
line terkemuka AS seperti New York Times, Washington Post, dan US News
& Report. yang sering memuat berita-berita dari FDA. Ternyata tak
ada secuilpun berita baru tentang phenylpropanolamine. Tak jelas
maksud si pembuat SMS "iseng" tersebut. Entah untuk persaingan
bisnis, atau mungkin untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari isyu
pemilu yang heboh. Cerita mengenai efek buruk phenylpropanolamine
memang ada, tetapi merupakan artikel lama, yang juga pernah menjadi
isyu di tanah air sekitar 8 tahun silam. Malah Badan POM RI saat itu
mengeluarkan Public Warning mengenai pemakaian obat mengandung
phenylpropanolamine pada 16 April 2001, yang pada dasarnya tidak
melarang penggunaan phenylpropanolamine namun membatasi takarannya pada
obat batuk dan flu yang beredar di Indonesia. Dosis phenylpropanolamine
dalam obat batuk dan flu di Indonesia hanya diizinkan sampai maksimal
15 mg per takaran dan dosis maksimal penggunaannya 60 mg perhari .
Menurut Badan POM RI, obat flu/ batuk yang kadar phenylpropanolamine sesuai dengan ketentuan tersebut aman digunakan bila aturan
penggunaannya dipatuhi. (lihat copy dokumen di bawah)
Masalah Lama:
Phenylpropanol amine adalah zat yang sering digunakan sebagai
dekongestan (pelonggar hidung), yang banyak terdapat dalam obat flu dan
batuk. Dahulu, di AS obat ini kerap disalahgunakan untuk pelangsing/
penurun berat badan. Karena banyaknya laporan wanita muda terkena
stroke setelah mengkonsumsi phenylpropanolamin (dosis tinggi), maka
obat dengan kandungan phenylpropanolamine di AS tidak lagi dijual
bebas, hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Tapi beberapa negara
berbeda pandangannya tentang phenylpropanolamine ini. Menurut
Wikipedia, Di Kanada obat ini tak boleh beredar sama sekali. Di Eropah
obat ini masih beredar, baik sebagai obat bebas maupun resep dokter
(apotekputer.com) .
User Comments
Comment by
on 2009-09-02 04:14:01 huhh.trnyta isu tsb tdk bnr.mk na sy pn terkjt ktk mndpt sms tsb.krn orgtua sy bk tko obt.jd jg mw mngkuti perkmbgn dr obt''.tq ats info ny.