|
Sebenarnya ia sangat dihormati banyak dokter di seluruh dunia. Penelitiannya yang bertumpuk tentang obat anti-nyeri menjadikannya panutan para dokter. Dr. Scott Reuben, dikenal sebagai pakar multimodal analgesia, suatu metode pengobatan yang mengkombinasikan beberapa obat penghalang rasa nyeri untuk mengatasi ketidaknyamanan pasien setelah operasi dan lebih mempercepat kesembuhannya. Dr. Scott Reuben dari Massachusets, pakar anestesiologi kelas dunia itu telah menyemarakkan seminar ilmiah dan jurnal-jurnal ilmiah kedokteran AS dan Eropah selama belasan tahun. Karena keahliannya disegani, rekomendasi yang ditulisnya di majalah kedokteran tentang kehebatan suatu obat baru, dipercaya para dokter lain sehingga lahirlah ribuan resep yang mengacu pola hasil penelitiannya – yang tentu saja menguntungkan pabrik yang memproduksi obat baru tersebut. Namun nama baiknya itu kini tercoreng. Integritasnya sebagai dokter pakar kini bak dilanda tsunami. Nama baiknya hancur di dunia penelitian medis.
Dr. Scott Reuben kini dituduh telah membuat laporan penelitian aspal (asli tapi palsu) untuk kepentingan pabrik farmasi tertentu, khususnya tentang penelitian obat baru penghalang rasa nyeri. Pihak Rumah sakit tempat ia bekerja sebelum ini, Baystate Medical Center, Springfield, Massachusets baru-baru ini menyatakan bahwa Dr. Scott Reuben , mantan Kepala bagian Nyeri Akut (Chief of Acute Pain) telah memalsukan data penelitian yang telah dimuat dalam jurnal-jurnal anesthesiology antara tahun 1996 hingga 2008. Lebih jauh, pihak rumah sakit meminta kepada redaktur jurnal-jurnal tersebut untuk menarik kembali 21 artikel laporan penelitian yang ada nuansa persengkongkolan dengan pabrik farmasi, di antaranya artikel tentang obat Vioxx, celebrex, Lyrica dan effexor XR. (Vioxx telah ditarik oleh pabrik pembuatnya, Mercks, karena adanya resiko serangan jantung dan stroke bagi pemakainya)
Menurut harian Wall Street Journal, akibat artikel rekayasa tersebut, setidaknya tercipta “budaya penulisan resep” pada sebagian dokter yang melazimkan kombinasi obat penghalang rasa nyeri celebrex dan Lyrica pada tindakan operasi sendi dan tulang. Di samping itu, Dr. Ruben dikenal aktif melayangkan surat ke FDA, meminta FDA untuk tidak menghambat/ melarang obat-obat yang telah ditelitinya, sambil melampirkan data-data penelitiannya yang palsu tersebut.
Supaya tidak kehilangan pamor, Journal Anesthesia & Analgesia mengumumkan telah mencabut 10 artikel penelitian Dr. Scott Reuben yang pernah dimuat (dianggap tidak ada). Sementara itu The journal Anesthesiology juga mengumumkan telah mencabut 3 artikel Dr. Scott Reuben.
Skandal yang memalukan dunia ilmiah ini menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa selama belasan tahun tidak ada yang mengetahui bahwa penelitian yang dilakukan Dr. Scott Reuben tersebut merupakan penelitian bohong. Dimana peran co writers yang selama ini ada pada setiap publikasi penelitian?. Apakah mungkin ada penelitian pakar lain yang menggunakan data yang tidak benar seperti penelitian Dr. Scott Reuben? Seberapa banyak para pakar medis yang masih memiliki integritas tinggi sehingga tidak mudah didikte pabrik farmasi?
Hampir bersamaan dengan hebohnya kasus Dr. Scott Reuben, pemerintah Negara Bagian Massachussets pada 11 Maret 2009 telah meloloskan regulasi agar pabrik farmasi dan alat kesehatan tidak melakukan praktek suap, lewat peraturan yang mengatur pemberian hadiah kepada para dokter . Peraturan yang telah dibahas selama berbulan-bulan tersebut tersebut melarang pabrik farmasi dan alat kesehatan untuk memberikan hadiah apapun kepada para dokter, membatasi traktir/ pemberian makanan kepada dokter, dan mengumumkan secara terbuka (lewat website khusus) apabila pabrik farmasi memberikan honor ceramah dan konsultasi yang nilainya lebih dari 50 dolar AS. Menurut harian Boston Globes , peraturan tersebut akan berlaku efektif 1 Juli 2009. Namun pengumuman pemberian honor secara terbuka lewat website baru diterapkan mulai 1 Juli 2010. (Azril Kimin - apotekputer.com)
|
Comment by online on 2009-12-30 01:02:50 membaca seluruh blog, cukup bagus | Comment by online on 2009-12-30 01:02:51 Terima kasih atas informasi menarik | Comment by TitleTofstuts-tool on 2010-05-16 17:52:28 Terima kasih untuk blog yang menarik |
|