|
Citra makanan luar negeri lebih aman dan bermutu dibandingkan makanan buatan Indonesia agaknya layak dipertanyakan. Dipicu terkontaminasinya susu buatan
Cina oleh melamine, yang disusul oleh makanan olahan lainnya yang
mengandung susu Cina seperti biskuit, coklat dan kopi 3 in One dari
pelbagai Negara, menyadarkan kita untuk berhati-hati mengkonsumsi
makanan produksi luar negeri. Makanan berbahaya rupanya tidak berasal dari
Cina yang dikenal suka lalai menjaga mutu demi mendapatkan harga jual
murah, tapi juga dapat berasal dari negara super power
seperti Amerika Serikat , yang terkenal piawai menjaga kualitas produksi obat dan makanannya.
Tengoklah, di Amerika Serikat kini merebak wabah penyakit akibat menyantap selai kacang yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhimurium.
Sampai artikel ini ditulis, lebih 470 orang dari 43 negara bagian AS
jatuh sakit dengan gejala diare ( sering berdarah), nyeri perut dan
demam. Sekurangnya 6 warga AS telah meninggal dunia dan 90 orang
dirawat di rumah sakit akibat ulah bakteri salmonella. Gejala penyakit
mulai timbul 12 hingga 72 jam setelah penderita terinfeksi salmonella.
Pada Jum'at 16 Januari 2009, pemerintah Amerika Serikat menghimbau
warganya untuk tidak mengkonsumsi dahulu makanan yang mengandung selai
kacang (peanut butter), hingga Badan POM AS (FDA) dapat menyimpulkan
dari mana asal muasal penyebab outbreak ini. Karena itu makanan
seperti biskuit, aneka kue, es krim dan makanan lain yang mengandung
selai atau pasta kacang mulai diturunkan dari rak-rak supermarket.
Kellog’s, pabrik makanan raksasa AS yang produknya banyak beredar di Asia (termasuk Indonesia) sekarang menarik 16 produknya yang diduga terkontaminasi salmonella. Termasuk di sini yang dijual dengan nama dagang Austin dan Keebler . Nah, kalau anda penggemar fanatik makanan ringan produk AS, kami sertakan nama produk yang ditarik Kellog's dari pasar yang kami kutip dari website FDA. (Produksi yang ditarik adalah makanan yang diproduksi setelah 1 Juli 2008):
Produk yang diduga terkontaminasi Salmonella Typhimurium • Austin® Quality Foods Cheese Crackers with Peanut Butter - all sizes • Austin® Quality Foods Cheese & Peanut ButterSandwich Crackers – all sizes • Austin® Quality Foods Mega Stuffed Cheese Crackers with Peanut Butter – all sizes • Austin® Quality Foods PB & J Cracker Sandwiches – all sizes • Austin® Quality FoodsSuper Snack Pack Sandwich Crackers • Austin® Quality Foods Chocolate Peanut Butter Sandwich Crackers – all sizes • Austin® Quality Foods Toasty Crackers with Peanut Butter – all sizes • Austin® Quality Foods Reduced Fat Cheese & Peanut Butter Sandwich Crackers • Austin® Quality Foods Reduced Fat Toasty Crackers with Peanut Butter Sandwich Crackers • Austin® Quality FoodsCookie/Cracker Pack • Austin® Quality FoodsVariety Pack • Keebler® Cheese & Peanut Butter Sandwich Crackers – all sizes • Keebler® Toast & PB'n J Flavored Sandwich Crackers – all sizes • Keebler® Toast & Peanut Butter Sandwich Crackers – all sizes • Famous Amos® Peanut Butter Cookies (2- and 3-ounce) • Keebler® Soft Batch Homestyle Peanut Butter Cookies (2.5-ounce)
Pada hari Minggu 18 Januari 2009, McKee Foods Corp, menarik dari pasaran produksinya yang potensial terkontaminasi salmonella, yakni Little Debbie peanut butter toasty crackers dan Little Debbie peanut butter cheese crackers. Selanjutnya beberapa pabrik makanan ringan AS lainnya seperti Clif Bar & Co, General Mills Inc., Kroger Co., Safeway Inc. dan Meijer secara suka rela mengikuti jejak Kellog's: menarik produknya yang mengandung selai kacang dari pasar Amerika Serikat.
(apotekputer.com)
|