|
Obat apa yang paling laku di Indonesia sekitar tahun limapuluhan? Kebanyakan orang tua yang pernah hidup di zaman itu tak pelak lagi menyebut obat malaria. Ya, pil kina dan chloroquin pernah berjaya di era tersebut mengingat banyaknya kasus malaria di Indonesia. Konon pada saat itu, bila seseorang menderita demam menggigil , petugas kesehatan cenderung memberikan pil kina Bandung atau Resochin Bayer (chloroquin) terlebih dahulu.
Saat ini kasus malaria jauh berkurang di Indonesia. Banyak orang, terutama generasi tujuh puluhan ke atas, asing dengan gejala penyakit malaria. Hanya tempat-tempat tertentu di Papua saja yang masih terdengar ada wabah malaria. Namun di belahan bumi lainnya, terutama di Afrika, penyakit malaria masih meraja-lela.
Setiap orang yang berkunjung ke daerah malaria berjangkit tak jarang membawa oleh-oleh bibit penyakit dalam tubuhnya ketika pulang ke negaranya. Karena itu tak perlu heran kalau di Amerika Serikat juga ada kasus malaria. WHO, mensinyalir saat ini ada 247 juta penderita malaria. Sekitar 1 juta orang meninggal dunia pertahun karena malaria.
Perkembangan penyakit malaria di masa-masa mendatang dapat dihambat setelah ada vaksin yang ampuh untuk mencegah penyakit malaria.
Angan-angan yang sudah 70 tahun diimpikan tersebut tampaknya segera menjadi kenyataan dengan laporan keberhasilan penggunaan vaksin pertama untuk penyakit malaria yang disampaikan pada pertemuan American Society for Tropical Medicine and Hygiene di New Orleans pada 8 Desember 2008. Vaksin tersebut bekerja sebelum parasit malaria menginfeksi hati.
Keberhasilan percobaan vaksin tersebut di Kenya dan Tanzania memberikan harapan baru bahwa Vaksin Antimalaria bisa diproduksi masal pada 2011.
Vaksin tersebut, dikembangkan peneliti dari perusahaan farmasi Glaxo bekerja sama dengan peneliti dari lembaga non profit Bill and Melinda Gates Foundation. Lembaga tersebut adalah lembaga penelitian untuk mengatasi malaria yang dibentuk berkat sumbangan $258 juta dolar dari Bill Gates, pimpinan Microsoft.
Malaria disebarkan lewat gigitan nyamuk anopheles betina. Nyamuk tersebut terinfeksi parasit malaria ketika nyamuk menghisap darah penderita yang mengandung protozoa malaria.Setelah tumbuh dalam tubuhnya, nyamuk akan menggigit manusia sehat sekaligus memasukkan bibit penyakit ke dalam darah. Penyakit ini dapat juga ditularkan lewat transfusi darah dan penggunaan jarum suntik bekas penderita malaria. Parasit penyebab Malaria adalah Plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium ovale dan plasmodium malariae.
Setelah masa inkubasi 8 hari hingga 8 bulan, penderita akan menjadi demam dan menggigil yang diikuti pula oleh sakit kepala, mual dan muntah. Demam tinggi terjadi selama beberapa jam – kemudian akan keluar keringat yang diikuti turunnya suhu tubuh. Kejadian ini akan berulang setiap 48 – 72 jam. Gejala malaria bisa hilang setelah 6-8 bulan – tapi tak jarang menetap hingga 3 tahun lebih.
Apabila penyakit malaria tidak diobati secara tepat, seperti yang banyak terjadi di negara-negara miskin, penderita akan mendapat penderitaan yang semakin berat hingga kematian. Bagi wanita hamil yang mengidap malaria, tak jarang mengalami keguguran dan bayi lahir dalam keadaan mati. (Apotekputer.com)
|