|
Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI (Badan POM RI), Jum'at 14 November 2008 mengeluarkan Public Warning/ Peringatan sekaligus menarik dari peredaran 22 produk obat tradisional dan suplemen makanan yang dipasarkan dengan citra penambah stamina pria. Menurut Badan POM, berdasarkan pengujian laboratorium BPOM, 22 item produk dimaksud ternyata tercampur sildenafil dan Tadalafil . Sildenafil adalah bahan baku untuk membuat Viagra, sedangkan Tadalafil adalah bahan baku untuk membuat Cialis, obat keras (zat kimia) yang kondang untuk menyembuhkan gangguan ereksi pria.
Termasuk dalam public warning tersebut adalah Blue Moon Kapsul (yang sebenarnya telah beberapa bulan ditarik dari peredaran). Di samping itu terdapat juga Tripoten, makanan kesehatan buatan pabrik kondang Dexa Medica. Mengherankan juga kalau Dexa Medica yang dikenal sebagai pabrik obat yang besar dan terkenal ikut-ikutan dalam kegiatan produksi yang dapat mencemarkan nama baik yang sudah mereka miliki.
Hingga
artikel ini diturunkan, belum jelas benar bagaimana proses
"penyelundupan" sildenafil dan tadalafil ke dalam 22 item yang
dilarang itu terjadi. Dugaan pertama, pabrik-pabrik tersebut
menggunakan bahan baku obat tradisionil/ food suplemen yang diimpor
secara ilegal dari Cina yang sudah "tercemar" sildenafil dan atau
tadalafil. Dugaan kedua, pabrik-pabrik Indonesia tersebut mencampur
sendiri obat produksinya dengan sildenafi dan tadalafil dari Cina yang
sudah terkenal murah harganya. Di Cina ada beberapa pabrik bahan baku
yang memproduksi sildenafil dan tadalafil murah, antara lain Pharhome
International Ltd dari Propinsi Guangdong, Xiamen Topusing Chemical
dari propinsi Fujian, dan Kunming Der Biochemical Factory dari Propinsi
Yunan.
Di
samping terselundupnya obat kimia ke dalam produk penambah stamina pria
tersebut, lima produsen ternyata menyandang dosa yang lebih besar: mencantumkan nomor pendaftaran fiktif. Ke lima produsen tersebut adalah PJ Ragil Sentosa dari Cilacap, PT Jamu
Moro Sehat dari Banjarnegara, PJ Sari Madu Murni, PJ Paladipa dari
Solo, dan PJ SM Jaya dari Cilacap.
Ada bahaya tersembunyi bila jamu atau makanan suplemen dicampur dengan obat kimia. Jamu dan makanan suplemen selama ini memang dicitrakan sebagai "obat " yang aman dan bebas efek samping sehingga penggunaannya biasanya tidak menggunakan ketepatan dosis. Karena menganggap sangat aman, banyak kejadian efek samping dan keracunan apabila jamu dan makanan suplemen tersebut diminum, sebab didalamnya mengandung obat kimia yang perlu ketepatan dosis. Penggunaan jamu tercampur obat kimia selanjutnya dapat merusak citra jamu karena dapat menyebabkan pelbagai efek samping, dari yang ringan hingga kematian.
Selengkapnya merek obat tradisional dan suplemen
makanan yang ditarik dari pasar menurut www.pom.go.id adalah:
1. Blue Moon produksi PT Pacific
Healthcare Indonesia karena mengandung Tadalafil.
2. Caligula Kapsul, produksi PJ Air Madu Magelang , karena mengandung sildenafil sitrat
3. Cobra-X Kapsul, produksi PJ Ragil Sentosa (Cilacap) karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif
4. Hwang Di Shen Dan, produksi
Ruifeng Pharmaceutical/PT Multi Usaha Sentosa karena mengandung sildenafil sitrat.
5. Kuat Tahan Lama Serbuk, buatan
PD Jamu Moro Sehat (Banjarnegara), karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif.
6. Lak Gao 69 produksi PJ Jaya Sakti
Mandiri (Semarang), karena mengandung Tadalafil
7. Lavaria, produksi PT Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat
8. Maca Gold, produksi PT
Paramitra Media Perkasa (Jakarta) karena mengandung Tadalafil
9. Manovel, produksi PT Sari Sehat (Magelang) karena mengandung Tadalafil
10. Okura, produksi PT Herbalindo Sukses Makmur (Tangerang), karena mengandung sildenafil sitrat
11. Otot Madu , buatan PT Rama
Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat
12. Rama Stamin, buatan PT Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat
13. Sanomale, buatan PT
Pyridam Farma (Cianjur), karena mengandung tadalafil
14. Sari Madu Kapsul, buatan PJ Sari Madu Murni, karena karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif.
15. Stanson, buatan PT Rajawali Sukses (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil
16. Sunny Zang Wang Xiong Ying Pil , buatan Cahaya Bioteknologi, Jakarta karena mengandung sildenafil sitrat
17. Sunny Zang Wang Xiong Ying kapsul, buatan Cahaya Bioteknologi, karena mengandung sildenafil sitrat
18. Teraza, buatan PT
Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat
19. Top One Kapsul, buatan PJ Paladipa (Solo) karena mengandung sidenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif.
20. Tripoten, buatan Dexa Medica, Palembang, karena mengandung Tadalafil
21. Urat
Perkasa Kapsul, buatan PJ SM Jaya (Cilacap), karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif.
22. Zu-Mex, buatan CV Mega Maju Mekar
(Jakarta), karena mengandung tadalafil
|