header image
Home arrow Berita arrow BERITA MEDIS arrow Menyelundupkan Obat Kimia Sildenafil dan Tadalafil Ke Dalam Obat Tradisionil Dan Makanan Suplemen -
Menyelundupkan Obat Kimia Sildenafil dan Tadalafil Ke Dalam Obat Tradisionil Dan Makanan Suplemen - PDF Print E-mail
Written by Azril Kimin   
Nov 14, 2008 at 03:53 PM

       Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI (Badan POM RI), Jum'at 14 November 2008 mengeluarkan Public Warning/ Peringatan sekaligus menarik dari peredaran 22 produk obat tradisional dan suplemen makanan yang dipasarkan dengan citra penambah stamina pria. Menurut Badan POM, berdasarkan pengujian laboratorium BPOM, 22 item produk dimaksud ternyata tercampur sildenafil dan Tadalafil . Sildenafil adalah bahan baku untuk membuat Viagra, sedangkan Tadalafil adalah bahan baku untuk membuat Cialis, obat keras (zat kimia)  yang kondang untuk menyembuhkan gangguan ereksi pria.
Termasuk dalam public warning tersebut adalah Blue Moon Kapsul (yang sebenarnya telah beberapa bulan ditarik dari peredaran). Di samping itu terdapat juga Tripoten, makanan kesehatan buatan pabrik kondang Dexa Medica. Mengherankan juga kalau Dexa Medica yang dikenal sebagai pabrik obat yang besar dan terkenal ikut-ikutan dalam kegiatan produksi yang dapat mencemarkan nama baik yang sudah mereka miliki.

    Hingga artikel ini diturunkan, belum jelas benar bagaimana proses "penyelundupan"  sildenafil dan tadalafil ke dalam 22 item yang dilarang itu terjadi. Dugaan pertama, pabrik-pabrik tersebut menggunakan bahan baku obat tradisionil/ food suplemen  yang diimpor secara ilegal dari Cina yang sudah "tercemar" sildenafil dan atau tadalafil. Dugaan kedua, pabrik-pabrik Indonesia tersebut  mencampur sendiri obat produksinya dengan sildenafi dan tadalafil dari Cina yang sudah terkenal murah harganya. Di Cina ada beberapa pabrik bahan baku  yang memproduksi sildenafil dan tadalafil murah, antara lain Pharhome International Ltd dari Propinsi Guangdong, Xiamen Topusing Chemical dari propinsi Fujian, dan Kunming Der Biochemical Factory dari Propinsi Yunan.

    Di samping terselundupnya obat kimia ke dalam produk penambah stamina pria tersebut,  lima produsen ternyata menyandang dosa yang lebih besar: mencantumkan nomor pendaftaran fiktif. Ke lima produsen tersebut adalah PJ Ragil Sentosa dari Cilacap, PT Jamu Moro Sehat dari Banjarnegara,  PJ Sari Madu Murni, PJ Paladipa dari Solo, dan PJ SM Jaya dari Cilacap.

Ada bahaya tersembunyi bila jamu atau makanan suplemen dicampur dengan obat kimia. Jamu dan makanan suplemen selama ini memang dicitrakan sebagai "obat " yang aman dan bebas efek samping sehingga penggunaannya biasanya tidak menggunakan ketepatan dosis. Karena menganggap sangat aman, banyak kejadian efek samping dan keracunan apabila jamu dan makanan suplemen tersebut diminum, sebab didalamnya mengandung obat kimia yang perlu ketepatan dosis. Penggunaan jamu tercampur obat kimia selanjutnya dapat merusak citra jamu karena dapat menyebabkan pelbagai efek samping, dari yang ringan hingga kematian.

     Selengkapnya  merek obat tradisional dan suplemen makanan yang ditarik dari pasar menurut www.pom.go.id adalah:

1. Blue Moon produksi PT Pacific Healthcare Indonesia karena mengandung Tadalafil.

2. Caligula Kapsul, produksi PJ Air Madu Magelang , karena mengandung sildenafil sitrat

3. Cobra-X Kapsul, produksi  PJ Ragil Sentosa (Cilacap) karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor  registrasi fiktif

4. Hwang Di Shen Dan, produksi  Ruifeng Pharmaceutical/PT Multi Usaha Sentosa karena mengandung  sildenafil sitrat.

5. Kuat Tahan Lama Serbuk, buatan  PD Jamu Moro Sehat (Banjarnegara), karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor  registrasi fiktif.

6. Lak Gao 69 produksi PJ Jaya Sakti Mandiri (Semarang), karena mengandung Tadalafil

7. Lavaria, produksi  PT Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat

8. Maca Gold, produksi PT Paramitra Media Perkasa (Jakarta)   karena mengandung Tadalafil

9. Manovel, produksi PT Sari Sehat (Magelang) karena mengandung Tadalafil

10. Okura, produksi PT Herbalindo Sukses Makmur (Tangerang), karena mengandung sildenafil sitrat

11. Otot Madu , buatan  PT Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat

12. Rama Stamin, buatan PT Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat

13. Sanomale, buatan PT Pyridam Farma (Cianjur), karena mengandung tadalafil

14. Sari Madu Kapsul, buatan PJ Sari Madu Murni, karena karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor  registrasi fiktif.

15. Stanson, buatan PT Rajawali Sukses (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil

16. Sunny Zang Wang Xiong Ying Pil , buatan Cahaya Bioteknologi, Jakarta   karena mengandung  sildenafil sitrat

17. Sunny Zang Wang Xiong Ying kapsul, buatan Cahaya Bioteknologi, karena mengandung sildenafil sitrat

18. Teraza, buatan PT Rama Farma (Jakarta), karena mengandung sildenafil sitrat

19. Top One Kapsul, buatan PJ Paladipa (Solo) karena mengandung sidenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif.

20. Tripoten, buatan Dexa Medica, Palembang, karena mengandung Tadalafil

21. Urat Perkasa Kapsul, buatan  PJ SM Jaya (Cilacap), karena mengandung sildenafil sitrat dan mencantumkan nomor registrasi fiktif.

22. Zu-Mex, buatan  CV Mega Maju Mekar (Jakarta), karena mengandung tadalafil

 

 

 

 


User Comments
Your Name / Email Address

<Previous   Next>
batas.gif
ASSOCIATED PRESS
AP Top Health News At 6:53 p.m. EDT
Reuters: Health News
Reuters News
Custom Search
 Powered by MIMS.com