|
Sewaktu berita bayi-bayi di kota Lanzhou sakit setelah meminum susu formula muncul pada 10 September 2008 di China Daily, tak ada yang menyangka masalahnya akan menjadi sedemikian merawankan. Dikira, peristiwa tersebut bersifat lokal. Semula diduga masalahnya adalah pemalsuan isi susu dari pabrik Sanlu oleh saingan bisnisnya. Setelah pemerintah Cina membuka kasus ini lebih jauh, terungkaplah bahwa korban akibat susu formula bertebaran di seluruh Cina, dan penyebabnya adalah bahan baku susu formula yang terkontaminasi melamine, bahan kimia yang murah dan mudah diperoleh di Cina. Jumlah korban dari hari kehari kian meningkat. Dari 14 korban meroket menjadi lebih dari 6.244. Artinya di Cina saat ini ada lebih 6 ribu bayi berusia di bawah 11 bulan memiliki batu di saluran ginjalnya, sekitar 100 di antaranya terkena gagal ginjal akut akibat mengkonsumsi susu formula yang diniatkan untuk menyehatkan dan menumbuh kembangkan mereka (di samping 4 bayi yang telah meninggal dunia). Suatu kondisi yang tidak pernah terjadi sebelumnya dimuka bumi ini.
Masalah yang dihadapi industri susu Cina sungguh memprihatinkan. Cina, yang bersusah payah memperbaiki reputasi dalam bidang mutu makanan , mendapat pukulan babak belur, yang memerosotkan citranya di dunia internasional. Rakyatnya sendiri mulai tidak percaya kepada keamanan susu produksi dalam negeri, apalagi belakangan diketahui susu produk Cina yang bermasalah tidak terjadi pada susu yang diproduksi pabrik Sanlu saja. Puluhan pabrik susu di Cina lainnya juga tercemar zat kimia melamine, walau dalam skala yang lebih kecil dari pabrik Sanlu.
Jika dikaji, asal-muasal dari musibah ini adalah hasrat untuk memperoleh keuntungan secara cepat dengan cara-cara yang tidak jujur. Beberapa pemasok susu segar, menambahkan air ke dalam susu yang akan dikirimkan ke pabrik susu agar timbangan susu yang dijual bertambah besar. Agar pengenceran atau oplosan yang dilakukan tidak ketahuan, mereka menambahkan zat kimia melamin yang membuat tampilan susu oplosan tak ubah susu segar biasa. Kebetulan pula, melamin dapat mengelabui test mutu bahan baku yang dilakukan pabrik susu karena kaya kandungan nitrogen. Tapi ada satu hal yang dilupakan pengoplos bahan baku susu formula ini, tindakan mereka sangat membahayakan kesehatan dan nyawa bayi-bayi tak berdosa.
Skandal susu yang memprihatinkan ini memang terjadi di Cina. Namun, bila prinsip kehati-hatian tidak dihidupkan terus menerus, kejadian seperti di Cina dapat saja terjadi dimanapun, termasuk di Indonesia. Apalagi, saat ini banyak sekali perbuatan-perbuatan tidak jujur dilakoni oleh sebagian oknum masyarakat kita. Lihat saja, minggu-minggu ini televisi kita banyak menampilkan berita binatang ternak dijejali air sebelum dijual agar penampilannya bertambah bagus maupun bertambah berat (ayam disuntik air, kambing dipaksa meminum banyak air dll), ditambah banyaknya makanan sisa atau makanan sampah yang diproses untuk dijual kembali. Dan tampaknya belum ada tindakan tegas yang dilakukan terhadap perbuatan yang membahayakan konsumen ini.
Kehati-hatian saja tidak cukup. Tindakan keras/ hukuman berat juga perlu diambil bagi siapapun yang karena ketidakjujurannya menyebabkan penderitaan masyarakat. Kalau tidak, kejadian tragis pada bayi-bayi mungil seperti di Cina dapat terjadi di Indonesia.(apotekputer.com)
|
Comment by GUEST on 2009-09-04 22:26:40 Pak Azril, selama ya.. websitenya makin keren dan isinya juga makin variatif. Salam kenal dari kami. (www.apotekkita.com) |
|