|
Berita
|
Written by Azril Kimin
|
|
Kepala Badan POM, Dra. Kustantinah, kembali mengumumkan Obat Tradisionil yang mengandung bahan kimia obat pada13 Agustus 2010. Empat puluh enam obat tradisional yang berisi bahan kimia obat telah dinyatakan ditarik dan akan dimusnahkan dari peredaran karena dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan penggunanya (bahan kimia tersebut tak dicantumkan dalam label kemasan obat tradisionil). 
Ada
bahaya tersembunyi bila jamu atau obat tradisional dicampur dengan obat
kimia. Obat tradisional memang dicitrakan sebagai
"obat " yang aman dan bebas dari efek samping, sehingga penggunaannya biasanya
tidak begitu menekankan ketepatan dosis. Karena menganggap sangat aman,
banyak kejadian efek samping dan keracunan apabila obat tradisional tersebut diminum, sebab didalamnya mengandung obat kimia yang
sangat perlu ketepatan dosis. Penggunaan obat tradisional tercampur obat kimia selanjutnya
dapat merusak citra obat tradisional karena dapat menyebabkan pelbagai efek samping,
dari yang ringan hingga kematian. Jika kita menyimak obat-obat tradisionil yang diperintahkan untuk ditarik tersebut, hanya delapan yang memiliki nomor registrasi. Selebihnya, 38 obat tradisionil tak pernah memiliki izin dari Badan POM walau mencantumkan nomor registrasi . Tentu saja nomor registrasi yang dipajang pada kemasan fiktif belaka. Di samping itu, sebagian besar produsen jamu palsu tersebut berdomisili Cilacap. Hal ini menandakan belum berhasilnya usaha untuk membersihkan citra obat tradisionil produksi Cilacap yang buruk, karena kasus serupa sudah sudah berbilang tahun terjadi.
Di bawah ini kami kutipkan nama-nama obat tradisionil yang terdapat dalam publics Warning Badan POM no HM.03.03.1.43.08.10.8013 Write Comment (0 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Saat ini konsumen apotek tidak lagi bisa bebas membeli cairan aceton (penghilang cat kuku), kristal Kalium Permanganat (larutannya bersifat desinfektan/ untuk kompres luka), dan tablet ephedrin generik (obat asma). Tentu banyak yang bertanya-tanya , mengapa obat yang tadinya gampang diperoleh tiba-tiba berubah langka? Apakah obat tersebut sering disalah gunakan sehingga diketatkan peredarannya ?
Benar. Zat-zat tersebut memang sering disalah gunakan. Hanya saja penyalahgunaan dilakukan oleh pemilik pabrik narkoba dan ekstasi gelap - bukan oleh remaja teler seperti lazimnya. Akibat sering disalahgunakan sebagai bahan pemula pembuat narkotika dan ekstasi maka peredaran zat tersebut dan beberapa bahan pemula lainnya kini diawasi sangat ketat. Bahan-bahan yang terlibat dalam pembuatan obat terlarang tersebut disebut prekursor. Prekursor didefinisikan sebagai zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan narkotika dan psikotropika. Pengawasan dan pemantauan Prekusor tersebut selama ini dilakukan oleh Badan POM berdasarkan Keputusan Badan POM RI No. HK 00.05.35.02771 tertanggal 4 September 2002. Write Comment (0 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Pabrik obat apa yang paling besar di dunia saat ini? Menurut Reuters
yang mengutip IMS Health, terdapat 20 perusahaan farmasi raksasa yang
merajai omset obat etikal/ obat resep di dunia . Peringkat penjualan ini
berdasarkan riset pasar selama 12 bulan (hingga September 2009).
Sebenarnya urutan ini tidak banyak beda seperti tahun 2008, kecuali
pabrik Teva yang tahun 2009 muncul dalam 20 besar pabrik farmasi
terbesar dunia. Teva adalah pabrik farmasi Israel yang kini mulai
mendominasi obat generik dunia. Write Comment (1 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Prof.Dra. Zullies Ikawati PhD.
|
|
Artikel di bawah ini merupakan pidato pengukuhan Prof. Dra. Zullies Ikawati PhD., sebagai Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM pada 25 Pebruari 2010 , yang kami publikasikan kembali atas izin Prof. Zullies Ikawati. (apotekputer.com)
Hadirin yang saya hormati,
Judul tersebut sengaja saya pilih setelah lama mengamati, mendalami
dan mencoba terlibat dalam perkembangan farmasi klinik beberapa tahun
terakhir, di mana saya sendiri saat ini masih menjadi pengelola Program
Studi S2 Farmasi Klinik di Fakultas Farmasi UGM. Di sisi lain, era
molekuler sudah menjadi warna pula dalam dunia sains kesehatan,
sehingga hal ini merupakan tantangan buat farmasis atau apoteker, bukan
saja mereka yang berada dalam ranah pengembangan obat, namun juga pada
pelayanan kefarmasian. Jika farmasis siap menghadapinya, saya yakin era
genomik bisa menjadi momentum bagi farmasis untuk lebih meningkatkan
eksistensinya dengan mengambil peran lebih besar. Pada kesempatan ini
saya ingin menguraikan mulai dari sejarah, perkembangan pada era
sekarang, serta tantangan dan peluang dalam pelayanan kesehatan.

Profesi Farmasi di Indonesia
Tonggak sejarah munculnya profesi apoteker di Indonesia dimulai
dengan didirikannya Perguruan Tinggi Farmasi di Klaten pada tahun 1946,
yang kemudian menjadi Fakultas Farmasi UGM, dan di Bandung tahun 1947.
Lembaga Pendidikan Tinggi Farmasi yang didirikan pada masa perang
kemerdekaan ini mempunyai andil yang besar bagi perkembangan sejarah
kefarmasian pada masa-masa selanjutnya. Hingga saat ini, jumlah
pendidikan tinggi farmasi membengkak sangat besar, yaitu mencapai 61
perguruan tinggi farmasi (PTF), dengan perincian : 13 PTF terakreditasi
A, 13 PTF terakreditasi B, 21 PTF terakreditasi C, dan sisanya belum
terakreditasi (APTFI, 2009). Write Comment (1 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Awal Pebruari 2010, pihak berwenang Cina melakukan razia produk susu secara besar-besaran di seluruh negeri. Delapan tim pengawas dadakan diperintahkan menyebar di 16 propinsi. Supermarket dan pasar ditelusuri untuk menyita produk susu yang ditengarai kembali mengandung melamin. Hasilnya tak mengecewakan: 170 ton susu terkontaminasi melamin ex skandal susu tahun 2008 yang dikemas kembali berhasil disita.
Razia tersebut dilakukan setelah diketemukannya kembali produk susu seperti coklat, dan es cream mengandung melamin di propinsi Shaanxi. Usut punya usut rupanya ada sekitar 10 ton susu terkontaminasi melamin dijual murah ke pabrik Lekang pada Oktober 2009, perusahaan makanan yang banyak menggunakan susu untuk produk-produknya. Penelitian awal membuktikan pabrik Lekang tidak sendirian. Menurut China Daily, Shanghai Panda Dairy Company juga berperilaku serupa. Dan ditengarai banyak pabrik makanan lain juga mempergunakan susu bermelamin yang mestinya sudah dimusnahkan. Makanan bermelamin di atas juga diketemukan di Shanghai, propinsi Shandong, Liaoning, Guizhou, Jilin dan Hebei. Write Comment (0 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Sekolah Menengah Farmasi di Jakarta
|
|
Sekolah Menengah Farmasi (SMF) Tunas Bangsa yang kini dikenal sebagai SMK Farmasi Tunas Bangsa, sudah membuka pendaftaran siswa baru untuk Tahun Pelajaran 2010/2011. SMF Tunas Bangsa yang sudah lebih 42 tahun mendidik ribuan Asisten Apoteker itu berlokasi di tempat yang cukup strategis di Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Salemba Tengah II/1. Berdekatan dengan Jl. Percetakan Negara, Pasar Genjing, Jl. Pramuka dan Stasiun KA Kramat.
SMK Tunas Bangsa dikenal sebagai SMK Farmasi berprestasi. Pada Ujian Nasional 2010 yang diumumkan 26 April 2010, SMK Farmasi Tunas Bangsa berhasil meraih peringkat 2 terbaik untuk Jakarta Pusat dan peringkat ke 4 terbaik untuk propinsi DKI (dari 557 SMK Negeri dan Swasta yang ada di Jakarta)
Syarat Pendaftaran : Warga Negara Indonesia, lulus SMP atau Madrasah Tsanawiyah, umur maksimal 21 tahun, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan serta berbadan sehat dan tidak buta warna.
Pendaftaran langsung ke SMF/SMK Tunas Bangsa Jl. Salemba Tengah II No. 1 Jakarta Pusat Telp. : (021) 3101243 - 31925532 Fax : (021) 3101243
Website: www.farmasitunasbangsa.net
 Write Comment (29 comments) |
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Dalam dunia penuh keterbukaan ini, jangan coba-coba menulis karya ilmiah serampangan – bisa-bisa penjara ganjarannya. Hidup dalam penjara agaknya akan dijalani Dr. Scott S. Reuben, mantan Kepala Unit Nyeri Akut Bay State Hospital di Springfield, Massachusets, yang kini tengah menjalani proses hukum di pengadilan federal AS. Menurut Boston Globes (15 Januari 2010), Dr. Scott S. Reuben diperkirakan akan menjalani hukuman 10 tahun penjara serta denda 250 ribu US dolar ditambah menyerahkan ke pengadilan 50 ribu US dolar yang pernah diterimanya dari pabrik farmasi. Di pengadilan, dokter Dr. Scott S. Reuben mengaku telah menerima dana dari pabrik-pabrik farmasi untuk penelitian obat-obat nyeri - tetapi tidak melakukan penelitian sebagaimana seharusnya. Hasil penelitian yang dilaporkannya ( juga dipublikasikan pada banyak jurnal kedokteran terkemuka dunia) ternyata merupakan hasil rekayasa. Write Comment (0 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Bayer Healthcare, perusahaan farmasi multinasional, kini merasa sangat tidak nyaman dengan produk pil kontrasepsinya yang selama ini sangat laris di Amerika Serikat. Menurut New York Times edisi 25 September 2009, di AS setidaknya sudah terdaftar 74 tuntutan hukum terhadap pil kontrasepsi produk Bayer yang dipasarkan dengan nama dagang Yaz dan Yasmin. Ke dua obat ini merupakan pil kontrasepsi relatif baru yang berisi estrogen kadar rendah (mengandung progestin yang disebut drospirenone) – dan selama ini dicitrakan Bayer sebagai pil kontrasepsi untuk wanita usia di bawah 35 tahun. Dalam hal ini Bayer dituduh telah melebih-lebihkan manfaat produk tersebut dan mengecilkan efek sampingnya sehingga terjadi beberapa gangguan kesehatan hingga kematian mendadak dari pengguna obat tersebut di AS. Sejak 2004, otoritas obat dan makanan AS (FDA) telah menerima 50 laporan kematian mendadak wanita yang diduga mengkonsumsi Yaz dan pil kontrasepsi lainnya yang mengandung drospirenone. Sebagian dari laporan tersebut menunjukkan adanya kadar kalium yang tinggi pada sebagian besar korban. Penyebab kematian umumnya cardiac arrest, intracardiac thrombus, pulmonary embolism dan stroke. Yasmin sudah dipasarkan sejak 2001, dan Yaz sejak 2006. Tahun lalu saja ke dua pil ini telah memberikan pendapatan 1, 8 juta dolar (sekitar 18 trilyun) kepada perusahaan Bayer. Yaz juga tercatat sebagai pil kontrasepsi dengan penjualan tertinggi di AS. Boleh jadi karena dicitrakan juga untuk mencegah tumbuhnya jerawat. Write Comment (2 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Dunia Farmasi Indonesia menjelang Idul Fitri 1430 H mendapat "bingkisan" istimewa. Bingkisan tersebut tak lain adalah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No.51 Tentang Pekerjaan Kefarmasian , yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 1 September 2009. Peraturan Pemerintah ini mengatur Pekerjaan Kefarmasian dalam hal pengadaan, produksi, distribusi atau penyaluran, dan pelayanan sediaan farmasi.
Acungan jempol banyak diberikan praktisi kesehatan terhadap PP tersebut, yang pada hakekatnya bertujuan mengembalikan fungsi pelayanan farmasi ke jalan yang benar. Dengan PP tersebut tidak dimungkinkan lagi pekerjaan kefarmasian dilakukan oleh fihak-fihak non farmasi yang tidak kompeten - seperti yang banyak terjadi saat ini di tanah air. Maklumlah, pada PP No. 51 tersebut terdapat kalimat pamungkas: " Pekerjaan Kefarmasian harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu", di samping kalimat fasal 21 ayat 2 yang berbunyi: " Penyerahan obat berdasarkan resep dokter dilaksanakan oleh apoteker". Dengan demikian apabila PP ini mulai efektif diberlakukan, "terlarang " bagi apotek yang apotekernya tidak ada di tempat melayani resep dokter. Dengan kata lain, selama apotek buka atau beroperasi, apoteker harus ada di tempat. Untuk mengatasi kondisi apabila apoteker berhalangan, apoteker pemilik/ pengelola apotek dapat mempekerjakan apoteker pengganti yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing apotek. Write Comment (4 comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
FDA (Food and Drug Administration), Badan Pengatur Obat dan Makanan AS, 26 Agustus 2009 mengeluarkan peringatan publik tentang beredarnya ribuan long acting insulin dengan nama paten Levemir yang hilang dicuri orang. Obat produksi Novo Nordisk tersebut diduga kurang berfungsi/ berkhasiat sebagaimana mestinya akibat penanganan penyimpanan dan pengangkutan yang kurang profesional.
Awal muasalnya adalah dicurinya sekitar 129 ribu vial Levemir dari gudang Novo Nordisk Inc di Carolina Utara pada Juni 2009. Obat diabetes yang stabil pada suhu rendah itu diduga diangkut dan disembunyikan di tempat tak layak oleh para pencuri misterius tersebut sehingga menjadi rusak. Memang, beberapa pasien diabetes AS yang disuntik dengan Levemir dilaporkan memburuk penyakitnya - yang setelah diselidiki menggunakan Levemir dengan nomor Batch yang dicuri tersebut. Patut diduga Levemir curian tersebut tidak disimpan sebagaimana seharusnya ( 2 hingga 8 derajat celcius) .
Malangnya, hingga artikel ini ditulis baru sekitar 2 persen Levemir
curian yang terlacak jejaknya. Karena itu FDA menyebar luaskan himbauan
kepada masyarakat AS untuk tidak menggunakan Levemir dengan No. Batch:
XZF0036; XZF0037; XZF0038. Mengingat besarnya jumlah vial Levemir yang
dicuri, tak tertutup kemungkinannya Levemir tersebut diselundupkan oleh para pencuri ke Negara lain di
luar AS, termasuk ke negara kita. Karena itu, bagi petugas kesehatan
dan penderita diabetes yang menggunakan Levemir, harus lebih saksama
memperhatikan No. Batch obat yang akan disuntikkan. Jangan sampai kadar
gula anda makin kacau karena disuntik obat curian yang sudah rusak
tersebut. (Azril Kimin - apotekputer.com) Write Comment (0 comments) |
|
|
Written by Azril Kimin
|
|
Obat tradisionil berisi bahan kimia obat rupanya masih banyak beredar, walau sudah berkali-kali Badan POM menemukannya dan memerintahkan untuk menarik produk yang tidak cocok kandungan isi dan label tersebut. Setelah 14 November 2008 Badan POM menarik dari peredaran 22 obat tradisionil dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat, pada 4 Juni 2009 Badan POM kembali mengumumkan 60 (enampuluh) item obat tradisionil yang ternyata juga berisi bahan kimia obat dan memerintahkan penarikan obat-obat tersebut. Sebagian obat tradisionil tersebut memang terdaftar dan memiliki nomor izin edar, tetapi ada juga yang hanya terdaftar tetapi tidak memiliki izin edar serta yang mencantumkan nomor pendaftaran fiktif (di samping tidak terdaftar) Jenis bahan kimia yang diselundupkan itu umumnya masih seperti kasus sebelumnya, yakni Sibutramin Hidroklorida, Sildenafil Sitrat, Tadalafil, Deksametason, Fenilbutason, Asam Mefenamat, Metampiron dan Parasetamol. Sebagian produk merupakan produk impor dan sebagian lagi diproduksi perusahaan jamu kecil dalam negeri. Produsen lokal yang terkait penambahan ilegal bahan kimia obat ke obat tradisionil/ suplemen makanan ini antara lain PJ Herbalindo SM, PT Pyridam Farma, PJ Mega Raya, PJ Dua Walet, PJ Cobra Ayu, PJ Sidowaras, CV Sinar Mujarab dan PJ Kaki Langit. Lokasi pabrik-pabrik tersebut di Cilacap, Cianjur, Surabaya, Banyuwangi, Jakarta, Mojokerto, Purwokerto, Solo, Lamongan dan Banyumas. Write Comment (3 comments) |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Previous 1 2 3 Next > End >>
| | Results 1 - 15 of 35 |
|